Antoine Griezmann Kritik Keras Taktik Prancis Usai Ditahan Imbang Ukraina

Gila Bola – Berstatus sebagai juara bertahan dunia dan bermain di kandang sendiri, Prancis secara mengejutkan ditahan imbang Ukraina yang membuat geram penyerang mereka, Antoine Griezmann.

Bintang Barcelona Antoine Griezmann mempertanyakan taktik Prancis setelah juara dunia 2018 itu dipaksa bermain imbang 1-1 melawan Ukraina pada kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Kamis (25/3) WIB di Stade de France.

Didier Deschamps menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Kylian Mbappe dan Kingsley Coman di kedua sayap serangan, dengan mantan Atletico Madrid bermain di belakang striker tunggal Olivier Giroud.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Antoine Griezmann berhasil membuka skor saat laga baru berjalan 19 menit, tapi bek Paris Saint-Germain Presnel Kimpembe melakukan gol bunuh diri di babak kedua untuk membuat Ukraina berhasil mencuri satu poin berharga meski gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Penyerang Barcelona mengaku tak puas dengan taktik permainan timnya, mengatakan kepada TF1, “Kami membutuhkan lebih banyak pemain ofensif yang bisa bermain satu lawan satu di pinggir lapangan. Kami akan belajar bermain dalam taktik seperti itu dan mencoba untuk mulai menang lagi. Kami ingin menang, tapi kami tidak memainkan permainan yang bagus. Kami akan melihat semuanya dan mencoba untuk meningkatkan diri lagi.”

Sementara manajer Didier Deschamps menyebut bahwa Les Bleus harusnya sudah bisa mengakhiri pertandingan sejak babak pertama dengan mereka melepaskan 18 tembakan sepanjang laga, tapi hanya tiga yang berhasil tepat sasaran, sembari menyesali kebobolan gol bunuh diri Presnel Kimpembe.

“Kami seharusnya mengamankan kemenangan di babak pertama, kami memiliki peluang. Itu lebih sulit di babak kedua,” ujar bos berusia 52 tahun itu. “Gol kebobolan kami seharusnya bisa dihindari, kami menekan sampai akhir. Kami jelas kecewa, itu akan ideal bagi kami untuk menang.”

“Hasil tersebut membuktikan bahwa Ukraina adalah tim yang bagus. Kami kekurangan energi di babak kedua. Kami bisa bermain lebih baik. Ini belum tentu pertandingan di mana kami akan menciptakan banyak peluang. Kami membutuhkan lebih banyak ketelitian dan pergerakan.”