Site icon Gilabola.com

Arbeloa Akui Kegagalan Total Usai Real Madrid Tersingkir Mengejutkan di Copa del Rey

Alvaro Arbeloa di laga Albacete vs Real Madrid

Gilabola.com – Alvaro Arbeloa menyebutnya sebagai sebuah ‘tragedi’ usai debutnya sebagai pelatih baru Real Madrid berakhir dengan kekalahan 3-2 yang memalukan dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey.

Menggantikan Xabi ALonso yang dipecat, Arbeloa mengakui bahwa kekalahan itu tidak bisa diterima oleh standar klub yang tinggi dengan dia mengambil tanggung jawab penuh kekalahan ini sebagai pelatih.

Seharusnya ini menjadi debut yang ideal bagi Arbeloa yang menggantikan posisi Alonso, yang dipecat usai kekalahan 3-2 Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol di Jeddah.

Laga tandang ke markas tim divisi bawah harusnya menjadi kemenangan mudah bagi Los Blancos, yang membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim usai kekalahan di El Clasico.

Namun, kendati menurunkan sebagian pemain utama seperti Vinicius Junior, Fede Valverde, Arda Guler, Franco Mastantuono, hingga Dean Huijsen, Madrid secara mengejutkan runtuh di babak 16 besar ini.

Statistik Pertandingan

Namun, kendati menguasai bola hingga 75 persen, Real Madrid gagal tampil efektif dan efisien di depan gawang, dan justru dengan mudah diserang oleh serangan-serangan balik tuan rumah yang mencetak tiga gol ke gawang Andriy Lunin.

Arbeloa menilai hasil tersebut jauh dari cukup untuk klub dengan tuntutan kemenangan mutlak, bahkan menyamakan kekalahan itu sebagai tragedi, terlebih karena terjadi melawan lawan yang secara level berada jauh di bawah Real Madrid.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa dari situasi ini tim wajib berkembang, bangkit, tanpa mencari alasan apa pun, karena kekalahan tetaplah kegagalan yang menyakitkan bagi klub dan para pendukung mereka.

Arbeloa sebagai pelatih juga tidak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan ini, mengatakan bahwa tanggung jawab kekalahan secara penuh berada di pundaknya, karena dia pelatihnya.

Juru taktik berusia 42 tahun itu menegaskan bahwa dialah yang menentukan taktik, komposisi pemain, hingga pergantian pemain, sehingga dia yang lebih bertanggung jawab atas kegagalan ini.

Meski begitu, Arbeloa tetap mencari nilai positif dari kekalahan ini, memandang kegagalan sebagai awal dari keberhasilan, menekankan bahwa kegagalan kerap menjadi fondasi awal untuk perbaikan di masa mendatang.

Pendapat Kami

Kekalahan ini jelas memberi alarm dini bagi Arbeloa bahwa di tim sebesar Madrid, kemenangan adalah sebuah harga mutlak dan klub tidak memberi ruang adaptasi yang panjang. Kini dia perlu mempercepat konsolidasi taktik dan fokus penuh pada La Liga dan Liga Champions.

Exit mobile version