Arbeloa Debut, Real Madrid Langsung Terdepak dari Copa del Rey oleh Tim Papan Bawah Divisi Dua

Gilabola.com – Real Madrid harus mengakhiri langkah mereka di Copa del Rey 2026 lebih cepat dari perkiraan setelah kalah mengejutkan 2-3 dari Albacete pada babak 16 besar. Kekalahan ini langsung menutup peluang Los Blancos di ajang tersebut sekaligus menjadi awal yang pahit bagi Alvaro Arbeloa dalam debutnya sebagai pelatih tim utama.

Bertanding dalam format gugur satu leg, Real Madrid tidak memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan. Meski sempat nyaris memaksakan laga berlanjut ke extra time, Albacete tampil penuh determinasi dan sukses mempertahankan keunggulan mereka hingga laga berakhir.

Kejutan Besar di Ajang Domestik

Albacete tampil tanpa rasa gentar saat menjamu raksasa Spanyol tersebut. Bermain di depan pendukung sendiri, tim kasta kedua itu mampu memanfaatkan momen dan menorehkan salah satu kejutan terbesar musim ini di Copa del Rey.

Bagi Real Madrid, kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena terjadi di awal tahun 2026. Klub dengan sejarah panjang di sepak bola Spanyol itu harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi domestik tanpa kesempatan membalas di leg kedua.

Debut Suram Alvaro Arbeloa

Tersingkirnya Real Madrid ini terjadi hanya beberapa hari setelah mereka menelan kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 yang digelar di Arab Saudi. Rentetan hasil buruk tersebut membuat situasi di internal klub semakin disorot.

Kekalahan dari Albacete juga datang tak lama setelah manajemen klub memutuskan berpisah dengan Xabi Alonso. Masa jabatan Alonso sebagai pelatih kepala Real Madrid terbilang singkat, tidak sampai satu tahun, sebelum akhirnya digantikan oleh Arbeloa.

Pihak klub tampaknya menaruh kepercayaan pada Alvaro Arbeloa sebagai solusi jangka pendek, mengingat kiprahnya bersama tim akademi. Namun, kekalahan dari tim divisi bawah ini membuat langkah awalnya bersama tim utama langsung berada dalam tekanan besar.

Tantangan Berat Menanti Real Madrid

Kekalahan dari tim di luar LaLiga memang bukan hal baru bagi Real Madrid, namun tetap saja hasil seperti ini selalu memicu kegaduhan. Kini, Los Blancos nyaris tidak memiliki ruang untuk kesalahan jika ingin menyelamatkan musim yang sudah terlanjur terlihat mengecewakan.

Di kompetisi LaLiga, Real Madrid saat ini berada di posisi kedua, tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak klasemen. Sementara itu, di ajang Liga Champions, mereka menempati peringkat ketujuh klasemen fase liga, posisi yang masih memberikan tiket langsung ke babak 16 besar.

Namun, ekspektasi di Santiago Bernabeu selalu tinggi. Apa pun selain meraih setidaknya satu gelar dari dua kompetisi tersisa kemungkinan besar akan dianggap sebagai kegagalan besar bagi klub sebesar Real Madrid.

Opini Kami

Kekalahan Real Madrid dari Albacete bukan sekadar soal hasil pertandingan, tetapi menurut kami ini adalah cerminan fase transisi yang belum stabil di tubuh Los Blancos. Tekanan besar terhadap Arbeloa datang terlalu cepat, namun itulah konsekuensi melatih klub dengan standar setinggi Real Madrid. Musim masih berjalan, tetapi respons tim setelah kekalahan ini akan sangat menentukan arah perjalanan mereka ke depan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!