Arsenal Buang Keunggulan 1-0, Pecahkan Rekor Tahun 1992

Arsenal Buang Keunggulan 1-0, Pecahkan Rekor Tahun 1992

Arsenal buang keunggulan 1-0, membiarkan Eintracht Frankfurt berbalik menang 1-2 hari Jumat (29/11). The Gunners pecahkan rekor tahun 1992.

Anak asuhan Unai Emery kini sudah menjalani tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Ini merupakan kali pertama sejak 1992 mereka gagal menang dalam tujuh laga. Sorakan kekecewaan terdengar di seantero Stadion Emirates saat Arsenal mengakhiri 90 menit laga Liga Europa melawan Eintracht Frankfurt pada Jumat (29/11) pagi.

Dengan Arsenal buang keunggulan 1-0 dan membiarkan Frankfurt menang 1-2, The Gunners masih mengisi posisi puncak Grup F Liga Europa dengan poin 10, satu di atas Frankfurt dan tiga di atas Standard Liege. Teoritis Arsenal masih belum terancam peluang kelolosannya ke babak 32 besar meski kalah 1-2 tadi malam. Mereka menang dengan skor 4-0 atas Standard Leige, tanggal 4 Oktober lalu. Jadi klub Belgia itu harus menang dengan skor setidaknya 5-0 saat keduanya dijadwalkan bertemu 13 Desember mendatang.

Namun yang menjadi pokok bahasan adalah, sudah tujuh pertandingan berlalu di semua kompetisi dan skuad Unai Emery masih gagal mencatatkan kemenangan. Terakhir kali mereka mampu meraih tiga poin adalah kemenangan 3-2 atas Vitoria de Guimaraes pada 25 Oktober lalu di ajang kompetisi Eropa. Tujuh laga sudah berlalu tanpa kemenangan sebagai berikut:

  • lawan Crystal Palace 2-2, 27 Oktober
  • kalah adu penalti 5-4 lawan Liverpool pada babak 16 besar Piala Liga setelah skor sama kuat 5-5 di waktu normal, 31 Oktober
  • 1-1 saat menjamu Wolves, 2 November
  • 1-1 di kandang Vitoria de Guimaraes, 6 November
  • kalah 2-0 di kandang Leicester City, 10 November
  • 2-2 saat menjamu Southampton, 23 November
  • dan malam ini kalah 1-2 lawan Eintracht Frankfurt
Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Berbicara usai pertandingan di Emirates semalam, Unai Emery mengatakan, “Malam ini bukanlah momen kami, tetapi kami memenangkan banyak pertandingan untuk menjadi yang teratas di grup. Target kami sekarang adalah memenangkan tandang ke Standard Liege untuk finish di urutan pertama. Kami ingin melakukan itu untuk membangun kepercayaan diri kami dan menyenangkan para pendukung. Kami harus menang dan kami kehilangan peluang yang sangat bagus. Kami tidak melakukan cukup banyak untuk memenangkan pertandingan [malam] ini.”

“Kami kehilangan kendali atas permainan selama 15 menit di babak kedua, dan mereka mencetak dua gol. Kemudian kami mengalami cedera, dan Mustafi keluar, yang berarti saya tidak dapat melakukan perubahan. Kami lebih baik di babak pertama tetapi dalam 15, 20 menit kami kehilangan kendali.”