Arsenal Jadi Korban Pertama Virus FIFA, Gelandang Pinjaman Madrid Cedera Tadi Malam

Gila Bola – Virus FIFA, sebutan untuk cedera selama membela timnas dalam pertandingan internasional, langsung memakan korban di laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, dengan Arsenal menjadi korban pertamanya.

Gelandang pinjaman Martin Odegaard dipaksa keluar pada babak pertama kualifikasi Piala Dunia Norwegia melawan Gibraltar pada Kamis (25/3) dini hari WIB, yang tentu saja akan menjadi pukulan besar bagi Arsenal dalam perjuangan mereka di Premier League dan Liga Europa.

Gelandang, yang menghabiskan musim dengan status pinjaman di Emirates dari Real Madrid, menjadi kapten negaranya untuk pertama kalinya pada Kamis (25/3) WIB, tetapi tampaknya mengalami cedera pergelangan kaki kanan di babak pertama.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Sementara dia awalnya mencoba untuk bermain, Martin Odegaard memberi isyarat ke arah bangku cadangan bahwa dia perlu diganti sesaat sebelum jeda dan kemudian digantikan oleh pemain pengganti Patrick Berg di babak pertama.

Beruntung Norwegia akhirnya tetap berhasil memetik kemenangan penting 3-0 dalam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G mereka berkat gol-gol Alexander Sørloth, Kristian Thorstvedt, dan Jonas Svensson.

Potensi kehilangan Martin Odegaard tentu saja bisa menjadi pukulan besar bagi Arsenal lantaran gelandang berusia 22 tahun itu belakangan mulai menunjukkan adaptasi yang baik di skuad asuhan Mikel Arteta, membuatnya mencetak dua gol di empat pertandingan terakhir untuk klub.

Meski memiliki karir yang bagus di London Utara, playmaker Norwegia ini ternyata mengesampingkan kepindahan permanen ke Emirates Stadium di musim panas saat dia masih menyimpan harapan bisa menjadi pemain reguler di tim Real Madrid.

“Saya belum memikirkan apa yang akan terjadi di musim panas,” kata Martin Odegaard kepada reporter VGTV Arilas Ould-Saada. “Kesepakatan dengan Arsenal hanya sampai akhir musim. Kita akan lihat apa yang terjadi musim panas ini. Saya telah mengatakan hal-hal sebelumnya soal apa yang masih saya perjuangkan: stabilitas dan perkembangan adalah kata-kata kuncinya.”