Arsenal Lolos ke Babak Kelima Piala FA, Eberechi Eze Jawab Tantangan Arteta

Arsenal 4-0 Wigan, Respons Cepat The Gunners di FA Cup – The Gunners memastikan tempat di putaran kelima Piala FA setelah menang 4-0 atas Wigan Athletic di Emirates Stadium. Empat gol yang seluruhnya tercipta sebelum menit ke-30 membuat laga praktis selesai lebih awal dan memberi ruang bagi Mikel Arteta untuk melakukan sejumlah eksperimen.

Kemenangan ini datang beberapa hari setelah hasil imbang melawan Brentford yang membuat persaingan gelar Liga Inggris kembali terasa ketat. Respons tegas dibutuhkan, dan Arsenal memberikannya tanpa menunggu lama.

Selain menjaga peluang di Piala FA, hasil ini membuat asa meraih empat trofi musim ini tetap terbuka bagi skuad asuhan Arteta.

Eberechi Eze Jawab Tantangan

Sorotan utama tertuju pada Eberechi Eze. Ia tidak dimainkan pada babak kedua saat menghadapi Brentford, dan performanya sempat dipertanyakan setelah melewati 16 pertandingan tanpa gol sejak trigol ke gawang Tottenham.

Menghadapi tim papan bawah League One, Eze menunjukkan kualitas yang diminta Arteta. Ia menjadi arsitek dua gol pertama Arsenal lewat dua umpan terobosan presisi.

Umpan pertama dilepaskan dari garis tengah dan melewati empat pemain bertahan sebelum disambut Noni Madueke. Tak lama berselang, ia kembali membuka ruang di sisi kiri untuk Gabriel Martinelli yang berlari tanpa kawalan dan menuntaskan peluang dengan tenang.

Pada babak kedua, Eze hampir mencatatkan namanya di papan skor ketika melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang menghantam sisi jaring. Pergerakannya terlihat lebih ringan dan percaya diri, sinyal bahwa ia mulai menemukan ritme.

Selain Eze, Martinelli dan Christian Norgaard juga tampil menonjol, sementara kembalinya William Saliba dari sakit menjadi kabar positif jelang jadwal padat.

Saka Tampil Beda di Tengah

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Bukayo Saka. Awalnya ia terdaftar di bangku cadangan, tetapi cedera Riccardo Calafiori saat pemanasan membuatnya masuk sebagai starter sekaligus mengenakan ban kapten.

Arteta memanfaatkannya di lini tengah, posisi yang terakhir kali ia jalani sejak April 2021 dan hanya lima kali dimainkan dari hampir 300 penampilannya bersama klub menurut data Transfermarkt.

Saka beradaptasi cepat. Ia beberapa kali menerima bola dari lini belakang dengan membelakangi gawang, lalu mendistribusikannya dengan rapi. Kontribusinya terasa pada gol ketiga ketika ia melakukan pergerakan tanpa bola ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan lambung yang berujung gol bunuh diri Jack Hunt.

Keputusan memainkan Saka di tengah membuka opsi baru bagi Arsenal dalam periode krusial musim ini.

Eksperimen dan Momen Emosional

Keunggulan 4-0 memberi Mikel Arteta kesempatan mencoba kombinasi lain. Saat Saka ditarik pada babak kedua dan digantikan Viktor Gyokeres, untuk pertama kalinya ia berbagi lapangan dengan Gabriel Jesus dalam waktu bersamaan.

Gyokeres memimpin lini depan, sementara Jesus bermain lebih ke dalam membantu aliran serangan. Meski Jesus sempat memaksa kiper Samuel Tickle melakukan penyelamatan, Gyokeres kesulitan mendapatkan sentuhan di area berbahaya. Ia hanya sekali menyentuh bola dalam 20 menit awal babak kedua, meski sempat membentur tiang lewat umpan Ben White.

Di tengah dominasi Arsenal, ada satu momen emosional bagi tim tamu. Gelandang Wigan sekaligus produk akademi Arsenal, Matt Smith, masuk sebagai pemain pengganti. Ia pernah berada di bangku cadangan saat final Piala FA 2020, namun tak pernah tampil untuk tim utama sebelum pindah tiga tahun lalu. Sambutan hangat terdengar di Emirates saat namanya diumumkan.

Arsenal kini melangkah ke putaran kelima Piala FA dengan performa meyakinkan. Dengan jadwal menghadapi Wolves dan Tottenham di depan mata, kemenangan ini menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus ruang untuk menyempurnakan variasi taktik di fase penentuan musim.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!