Arsene Wenger Tak Mau Ditekan Fans Arsenal

Arsene Wenger - Arsenal
Arsene Wenger - Arsenal

Gilabola.com – Manajer Arsenal FC Arsene Wenger yakin posisinya masih aman di Emirates meski muncul tekanan dari suporter yang memintanya mundur.

Arsene Wenger mengungkapkan bahwa saat ini posisi Arsenal yang menjadi taruhan, bukan karir kepelatihan dirinya.

Manajer asal Prancis itu mendapatkan tekanan dari seorang fans yang membentangkan selembar kertas bertuliskan “Cukup sudah, saatnya pergi” saat laga kalah kontra Chelsea 3-1, Sabtu ( 4/2), setelah sebelumnya Arsenal dipermalukan Watford 1-2 di Emirates, Rabu (1/2)

Saat ini The Gunners sendiri berada di posisi keempat klasemen dengan nilai 47, terpaut 12 poin dari The Blues. Namun Wenger masih tetap optimis, baik dalam pengejaran titel juara Liga Inggris atau karirnya di Arsenal.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

“Saya percaya bahwa yang terpenting adalah kami tetap fokus kepada laga selanjutnya dan tidak memperdulikan satu orang fans. Bukan karir saya yang berada dalam pertaruhan, namun musimnya Arsenal.”

“Sangat penting untuk memiliki opini berbeda dalam sebuah klub sepak bola. Yang terpenting bukanlah opini orang-orang, namun hasil akhir dan bagaimana kami merespon situasi yang berbeda.”

“Kami berjuang melawan tim-tim yang menginvestasikan lebih banyak dibanding kami dan ini adalah periode dimana kami mesti bersatu, fokus dan memberikan respon.”

“Ini merupakan pekan yang sulit. Kami ada di sini untuk memenangkan pertandingan sepak bola dan ketika kami tidak memenanginya maka kami sangat kecewa. Laga ini [kontra Hull City] merupakan tes yang bagus di momen penting sepanjang musim dan peluang emas untuk menunjukkan diri kami.”

“Kami harus berjuang keras di Liga Inggris, Liga Champions dan kami pun masih bermain di Piala FA juga. Kami ingin bermain baik di tiga kompetisi tersebut. Itu sebabnya kami mesti fokus, memberikan respon dan mendapatkan dukungan dari fans.”

“Ini bagian sensitif dari perjalanan musim dan kami mesti memberikan respon terhadap kekecewaan secara bersama-sama.”