AS Monaco Pecat Thierry Henry! Ternyata Komentar Berbusa-busa Lebih Mudah

Thierry Henry akan merasakan bahwa lebih mudah berkomentar di televisi sampai berbusa-busa daripada terjun langsung jadi pelatih setelah AS Monaco memecatnya pukul 01.30 Jumat (25/1) dinihari waktu Indonesia.

Henry mengambil alih posisi pelatih kepala Monaco dari Leonardo Jardim pada 13 Oktober 2018, menandatangani kesepakatan dengan runner-up Liga Prancis musim lalu itu hingga Juni 2021.

Tapi sang pemenang Piala Dunia 1998 hanya berhasil memenangkan dua dari 12 laga liga selama menjadii pelatih kepala dan tidak berhasil meraih satu pun kemenangan di depan para pendukungnya sendiri di kandang Monaco.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

AS Monaco baru saja menelan kekalahan 3-1 dari Metz di ajang Coupe de France, kemarin, di tengah rumor bahwa dia akan dipecat sesegera mungkin. Dan hal itu terbukti terjadi Jumat dinihari ini.

Mantan pemain internasional Prancis itu mengalami awal yang buruk untuk karir manajerialnya di Stade Louis II setelah tim terdampar pada urutan kedua terbawah di klasemen Ligue 1.

Manajer Monaco tersebut mencoret banyak nama pemain skuad utama dan menggusurnya ke skuad cadangan dalam upaya untuk mengusir “para pemain yang hanya memikirkan masa depan mereka sendiri.”

Usai kekalahan lawan Metz, ia menjanjikan pertarungan hidup-dan-mati di Dijon. “Sangat penting untuk mendapatkan sesuatu di Dijon akhir pekan ini. Saya mendapat kesan bahwa ada masalah yang nyata di Stade Louis II. Saya sulit menemukan alasannya, saya sulit memercayainya. Tim membuat lebih banyak kesalahan di kandang daripada saat tandang.”

Sebelum mengambil alih posisi pelatih AS Monaco, Henry adalah asisten pelatih timnas Belgia dan komentator di televisi. Saat menjadi pakar televisi itu ia berkomentar tajam untuk banyak tim dan pelatih, sesuatu yang kini berbalik menghantui dirinya sendiri.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO