Site icon Gilabola.com

Aston Villa Akhiri Puasa Gelar 30 Tahun, Freiburg Dibantai di Final Liga Europa 2025/26

Freiburg vs Aston Villa - Final Liga Europa

Gilabola.com – Tiga gol. Satu malam yang tak akan dilupakan fans Aston Villa. Klub asal Birmingham itu akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun tanpa trofi setelah menghancurkan Freiburg 3-0 di final Liga Europa, Kamis dini hari WIB, di Istanbul.

Youri Tielemans membuka jalan kemenangan lewat tendangan voli keras pada menit ke-41. Belum sempat Freiburg bernapas, Emiliano Buendia menggandakan keunggulan beberapa detik sebelum turun minum lewat gol melengkung yang indah.

Pesta Villa ditutup Morgan Rogers di babak kedua.

Bagi Aston Villa, ini bukan sekadar trofi biasa. Ini adalah gelar pertama mereka sejak menjuarai League Cup 1996 sekaligus trofi Eropa terbesar pertama dalam 44 tahun.

Kenangan final European Cup 1982 saat mengalahkan Bayern Munich kini punya teman baru.

Emery Lagi-Lagi Jadi Raja Liga Europa

Unai Emery kembali menunjukkan sentuhannya di kompetisi ini.

Pelatih asal Spanyol itu kini sudah lima kali memenangkan Liga Europa setelah sebelumnya berjaya bersama Sevilla pada 2014, 2015, dan 2016, lalu bersama Villarreal pada 2021.

Villa memang tampil seperti tim yang tahu cara memenangkan final.

Mereka langsung menekan sejak awal laga. Morgan Rogers bahkan nyaris membawa Villa unggul cepat sebelum digagalkan Noah Atubolu.

Gol pertama akhirnya datang menjelang turun minum.

Dari skema sepak pojok pendek, Rogers mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Tielemans datang tepat waktu dan menghajar bola dengan voli keras yang tak mampu dibendung Atubolu.

Gol itu jadi gol kedua Tielemans musim ini. Yang pertama bahkan tercipta pada Desember lalu.

Tapi sorotan utama justru datang dari Buendia.

Menerima ruang tembak di depan kotak penalti karena pemain Freiburg terlambat menutup pergerakannya, gelandang Argentina itu melepaskan tendangan melengkung ke pojok gawang. Cantik.

Freiburg runtuh.

Morgan Rogers Menyempurnakan Pesta

Villa tak mengendur setelah jeda. Pada menit ke-58, Rogers ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar umpan silang Buendia di depan gawang.

Gol itu memastikan malam besar Villa berubah menjadi pesta total di Besiktas Stadium.

Sekitar 20 ribu fans Villa ikut merayakan kemenangan bersejarah tersebut. Pangeran William yang dikenal sebagai pendukung Villa juga hadir langsung di stadion.

Aktor Hollywood Tom Hanks ikut memberi dukungan sebelum pertandingan dimulai.

Keberhasilan ini terasa makin spesial karena Villa sempat menjalani awal musim yang buruk dengan enam pertandingan tanpa kemenangan dan hanya mencetak dua gol.

Namun perjalanan mereka di Liga Europa berubah drastis. Kemenangan atas Bologna menjadi titik awal sebelum Villa meraih 13 kemenangan dalam 15 pertandingan hingga akhirnya mengangkat trofi.

Emery pun berhasil menghapus label “nyaris juara” yang sempat melekat setelah Villa gagal di semifinal UEFA Conference League 2024 serta tersingkir di perempat final Liga Champions dan semifinal Piala FA musim lalu.

Kini semuanya terasa lunas.

Di tepi Bosphorus, Aston Villa akhirnya kembali menulis sejarah besar mereka di Eropa.

Analisis Gilabola.com

Unai Emery lagi-lagi membuktikan dirinya salah satu pelatih paling berbahaya di kompetisi Eropa. Aston Villa bukan cuma juara, mereka terlihat matang dan tenang sepanjang final.

Kalau performa seperti ini berlanjut musim depan, Villa bisa jadi ancaman serius di Liga Champions. Mereka sudah tidak lagi sekadar tim kejutan.

Exit mobile version