Awas Tertipu! Lelucon 1 April Pasti Senggol Soal Transfer Ronaldo dan Messi

Gila Bola – Transfer Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dua pemain terbaik dunia yang merumput di Juventus dan Barcelona, sudah pasti akan menjadi bahan lelucon 1 April beberapa hari lagi. Jangan sampai termakan jebakan April Fools’ Day, yang merupakan tradisi satu kali setahun itu.

Dengan latar belakang berbeda-beda dan dengan alasan bermacam-macam, kebudayaan Barat merayakan tanggal 1 April dengan berbohong satu sama lain tanpa musti merasa bersalah. Di Indonesia dinamakan April Mop. Tapi istilah itu milik mereka yang dibesarkan pada dekade 1980-an dan 1990-an. Generasi yang lebih muda akan lebih suka menyebutnya sebagai April Fools’ Day atau April Jokes.

Tradisi April Mop ini juga dilakukan oleh media massa. Dengan masa depan Ronaldo dan Messi tengah dipertanyakan, tidak akan mengherankan jika ada beberapa situs berita atau koran yang memanfaatkan situasi ini untuk menyenggol transfer kedua bintang itu pada Kamis 1 April 2021 nanti.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Di masa lalu, sebuah surat kabar baru bisa memastikan satu artikel sebagai April Mop dengan klarifikasi sehari sesudahnya. Tapi pada masa kini, dengan kemajuan teknologi dan kecepatan, kejenakaan itu akan diberi penjelasan pada akhir tubuh sebuah berita.

Pada masa lalu lelucon bohong-bohongan di dunia sepak bola sudah makan banyak korban, termasuk satu di antaranya Diego Maradona (almarhum). Pada tanggal 1 April 1989 sebuah televisi Italia menyiarkan kabar bahwa Diego Maradona tengah berkencan dengan penyanyi pop yang memiliki nama mirip dengannya, Madonna. Sang pemain Napoli pada waktu itu tidak bisa menerima dengan baik kabar ini karena ia sudah menikah dan menuntut permohonan maaf dari televisi Italia tersebut.

Masih menyangkut bintang Argentina itu, sebuah kabar berita muncul pada 1 April 1990 di Rusia, mengatakan bahwa Maradona transfer ke Spartak Moscow. Merasa bahwa Rusia adalah sekumpulan orang-orang serius dan tidak pernah punya candaan April Fools’ Day, media massa Barat mengutip mentah-mentah kabar tersebut. Bahkan kantor berita besar Amerika sekelas Associated Press pun terjebak prank ini dan menaruhnya sebagai berita serius. AP terpaksa minta maaf setelahnya.

Kabar bohong juga pernah menimpa Chelsea. Tentu tidak ada pemilik klub yang lebih kejam daripada Roman Abramovich, pemilik the Blues. Dengan memasukkan nama Thomas Tuchel pada 2021, sudah 15 manajer bergantian menjadi pelatih di Stamford Bridge. Sebenarnya hanya 13 nama karena dua, Guus Hiddink dan Jose Mourinho, dua kali terpilih sebagai manajer dan dua kali pula dipecat. Tapi pada 1 April 2013 muncul kabar bahwa Roman Abramovich turun sendiri menjadi pelatih Chelsea.

Kebohongan lainnya adalah soal pemain 17 tahun bernama Yardis Alpolfo. Yang satu ini begitu meyakinkannya sehingga beberapa outlet media dunia tertipu karenanya. Bahkan televisi ABC di Australia dan kantor berita Reuters tertipu oleh berita ini. Dilaporkan bahwa seorang pemain Turki berusia 17 tahun, Yardis Alpolfo, bergabung dengan klub raksasa Skotlandia Rangers FC.

Manajer Rangers waktu itu, tahun 2003, Alex McLeish, diberitakan sudah mendatangkan sang pemain dengan harga 5 juta pound. Yardis Alpolfo sebenarnya adalah anagram dari kata-kata April Fools’ Day. Anagram artinya huruf-hurufnya hanya saling dipindahkan membentuk nama baru. Bukan figur pemain sungguhan, tentu saja.

Di Inggris ada kebiasaan untuk menjaga kabar bohong hanya sampai pukul 12 siang waktu setempat (19.00 WIB) pada 1 April. Tapi di Amerika dan negara Barat lainnya, ketentuan ini tidak berlalu. Jadi waspadalah, waspadalah! Jika ada berita yang too good to be true, mungkin memang bukan berita sungguhan.