Barcelona Pernah Coba Merayu Andrea Pirlo

andrea-pirlo

Gilabola.com – Legenda Juventus dan AC Milan, Andrea Pirlo yang kini bermain di MLS, mengatakan bos Manchester City pernah menyatakan minat untuk membawanya ke Camp Nou.

Pemenang Piala Dunia itu tengah berada di skuad AC Milan pada saat itu. Ia ikut bermain dalam pertandingan pra-musim melawan Barcelon di Camp Nou pada bulan Agustus 2010.

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1, dengan Barca yang menang lewat adu penalti, namun hasil tersebut tidak begitu berarti bagi kedua tim.

Guardiola saat itu tidak terlalu mengkhawatirkan hasil pertandingan tersebut. Namun setelah peluit akhir pertandingan ditiup ia berjalan mencari Pirlo.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Gelandang berbakat tersebut sedang berada di jaman keemasannya pada saat itu dan dianggap sebagai pemain yang akan meningkatkan kinerja skuad Catalonia yang telah dipenuhi oleh berbagai bintang.

Pirlo mengatakan kepada L’Equipe: “Ketika aku membela Milan, kami memainkan pertandingan persahabatan di Camp Nou dan, setelah pertandingan, Pep Guardiola memanggilku ke kantror pribadinya di dalam stadion.”

“Dia bertanya apakah aku ingin pindah dan bermain di bawah asuhannya di Barcelona. Itu adalah kesempatan yang luar biasa bagiku untuk bisa diundang ke kantor pribadinya dan ditanya pertanyaan seperti itu. Namun pada saat itu, Milan tidak akan mau melepasku.”

Sekarang di usianya yang sudah menginjak angka 37, Pirlo sudah mendekati akhir dari karir bermainnya di Major League Soccer (MLS) bersama New York City.

Ketika saatnya tiba baginya untuk menggantung sepatu, playmaker legenda tersebut akan memiliki banyak sekali kenangan indah untuk diingat.

Dia, bagaimanapun juga, bersedia untuk mengakui bahwa laga fenomenal pada tahun 2005 di Istanbul masih terus menghantuinya hingga sekarang, di mana pada saat itu ia menjadi salah satu pemain yang gagal mengeksekusi bola ketika adu penalti dan membuat Milan harus takluk dari Liverpool di partai final Liga Champions.

Pirlo menambahkan: “Final Liga Champions melawan Liverpool itu adalah pengalaman terburuk dalam karirku. Aku menangis di lapangan, kemudian kembali ke ruang ganti dan bahkan suasananya menjadi lebih buruk lagi.”

“Ada suasana yang begitu menyakitkan di sana dan aku bahkan tidak bisa menangis lagi. Kalah di final Liga Champions setelah unggul 3-0 di babak pertama itu benar-benar mengerikan.”