Bayern Munchen Favorit Juara Piala Super Eropa Kontra Sevilla, Ini Alasannya!

Bayern Munchen Favorit Juara Piala Super Eropa Kontra Sevilla, Ini Alasannya!

Gila Bola – Bayern Munchen dijadwalkan bertemu Sevilla di Piala Super Eropa yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Jumat (25/9) dinihari WIB. Die Roten pun dijagokan kalahkan jawara Liga Europa tersebut di laga itu.

Jelang pertandingan itu, bundesliga.com pun paparkan lima alasan mengapa Bayern akan tampil sebagai pemenang dalam pertemuannya dengan Sevilla di ajang bergengsi tersebut.

Laju yang Menakjubkan

Sejauh ini, tahun 2020 menjadi satu periode yang penuh dengan ketidakpastian. Tapi, jika ada satu hal yang tetap meyakinkan, maka hal itu adalah penampilan Bayern, baik di kandang maupun tandang, bahkan di negeri sendiri maupun di luar negeri.

Mereka merasakan kekalahan terakhir di kompetisi sepak bola adalah pada 7 Desember 2020, saat Die Roten kalah 1-2 dari Borussia Monchengladbach. Atau, sembilan bulan lalu, 31 pertandingan di mana 30 laga di antaranya mereka menangkan dan sudah tercipta 106 gol, serta memenangkan masing-masing 22 laga terakhir mereka di semua kompetisi.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Daftar keberhasilan yang menakjubkan itu akhirnya membuat skuad asuhan Hansi Flick itu sukses meraih treble bersejarah, yang akan mempertemukan mereka dengan Sevilla. Laga ini akan digelar setelah Bayern mendapat dorongan besar di laga perdana musim ini, lewat kemenangan super 8-0 atas Schalke akhir pekan lalu.

Octuplet terbaru Bayern Munchen terjadi hanya dalam 35 hari, setelah mereka secara mengejutkan berhasil menyingkirkan Barcelona di perempat-final Liga Champions musim lalu – setelah sempat kalahkan Sevilla 4-0 tahun lalu. Hal itu seakan menjadi pengingat yang jelas bahwa The Bavarians belum akan berhenti.

Kartu Truf

Fakta di akhir kesuksesan Bayern tahun lalu, dan bahkan dalam enam musim terakhir, adalah Robert Lewandowski. Ia hanya gagal mencetak gol dalam empat dari 31 pertandingan Bayern yang dibelanya tanpa kekalahan. Ia juga sudah menyumbang 27 dari 106 gol yang dikantongi Bayern selama periode itu, atau 25 persen di antaranya.

Di tahun yang lainnya, 55 gol Lewandowski pada musim lalu berpeluang menjadikannya sebagai peraih Ballon d’Or. Terutama, setelah ia sukses meraih gelar pencetak gol terbanyak di Bundesliga, Piala DFB dan Liga Champions, di samping memenangkan trofi di ketiga ajang tersebut.

Satu hal yang mengejutkan di laga pembuka Bundesliga musim ini, Lewandowski tak mencetak gol – kecuali dari titik putih di menit ke-31 laga kontra Schalke. Kapten Timnas Polandia itulah yang memenangkan hadiah penalti dan berikan dua assist-nya, termasuk satu assist untuk Rabona.

Belum lagi bukti bahwa ia selalu punya keinginan untuk mencetak gol, baik untuk dirinya sendiri maupun rekan-rekan satu timnya di Bayern Munchen. Hal ini dipastikan masih membara dalam diri pemain berusia 32 tahun itu, di mana Lewandowski belum tunjukkan tanda-tanda melambat dalam permainannya.

Sepasang Raja

Kemampuan Bayern dalam mempertahankan, dan juga meningkatkan standar klub yang sangat tinggi, terbukti dengan kedatangan Leroy Sane dari Manchester City. Pemain internasional Jerman itupun berhasil tunjukkan dampak langsung dalam debutnya bersama Bayern, di mana ia mencetak satu gol dan berikan dua assist dalam terciptanya delapan gol ke gawang bekas klubnya, Schalke.

Assist Sane tersebut membuahkan dua pertiga dari hattrick perdana Serge Gnabry di Bundesliga. Kedua pemain itu langsung tunjukkan kemitraan yang bisa menghancurkan lawan-lawan mereka, dan dipastikan akan membuat lini depan Bayern Munchen semakin kuat.

Gnabry yang menjadi satu-satunya pemain Die Roten yang berhasil mencapai angka ganda untuk assist dan gol pada musim lalu, tentunya sangat bersuka ria bersama winger muda tersebut. Sementara Sane berhasil menyimpulkan dengan sempurna, bagaimana Bayern masih jauh dari berpuas diri walau lakukan upaya luar biasa musim lalu.

“Tim ini sudah berada di puncak keberhasilan mereka musim lalu, lewat dukungan para pemain yang sangat bagus dan solid. Para pemain saat ini masih sangat lapar kemenangan, walau musim lalu berhasil memenangkan treble. Kami sama sekali tidak mengendurkan perjuangan kami,” tandas Sane.

Adanya Dua kartu As

Bagi sebagian kalangan, keputusan Bayern Munchen untuk melepas Thiago Alcantara mencari tantangan baru pada musim panas ini tentunya sangat mengejutkan. Tapi, hal itu sangat masuk akal bagi sebuah klub yang tawarkan salah satu pivot ganda di lini tengah terbaik di dunia sepak bola, yakni Leon Goretzka dan Joshua Kimmich.

Goretzka sangat bagus musim lalu, sehingga Thiago direbut di starting XI usai kembali bermainnya pemain internasional Jerman itu. Kini, Goretzka seakan berhasil menggarisbawahi pentingnya dia di tim asuhan Hansi Flick, lewat gol keduanya di laga Bayern kontra Schalke.

Sementara itu Kimmich juga tampil sensasional di laga pembuka musim ini,, di mana ia terlibat dalam dua gol kemenangan Bayern atas Schalke. Apalagi, dia menjadi pemain yang lebih sering berlari dibandingkan pemain Bundesliga lainnya musim lalu, dan Kimmich dipastikan akan tetap lakukan hal sama di laga kontra Sevilla yang musim ini tak lagi diperkuat bintang veterannya, Ever Banega.

Banega menjadi pemain penting saat Sevilla menjuara Liga Europa musim lalu. Posisinya kini digantikan gelandang yang juga sudah berusia 32 tahun, Ivan Rakitic, yang akan bermintra dengan pemain lain yang tak kalah gaek, Fernando Reges, 33 tahun, di mana keduanya diyakini akan selalu ditekan dan diganggu barisan lini tengah Die Roten di laga nanti.

Dek yang Bertumpuk

Alphonso Davies seharusnya akan bermain lagi setelah ia absen saat Bayern Munchen raih kemenangan atas Schalke, yang dilakukan sebagai tindakan pencegahan makin parahnya cedera otot ringan yang dialaminya. Jika Davies kembali, maka Lucas Hernandez akan memberi jalan bagi bek kiri 19 tahun itu.

Absennya Davies dalam laga melawan Schalke memberi Davies waktu rehat selama beberapa hari, setelah ia berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu bek sayap terbaik di dunia pada musim lalu. Pastinya, Davies bisa mengisi ulang tenaganya jelang musim baru yang akan menjadi musim supercharged pemain remaja asal Kanada itu.

Ini soroti betapa kuatnya Bayern Munchen, bersama Hernandez yang juga menjadi opsi untuk bermain di posisi bek tengah jika Flick membutuhkannya saat David Alaba absen, meskipun Niklas Süle dan Jerome Boateng sudah pasti lebih dari mampu.

Bukan hanya di lini belakang Bayern memiliki banyak kekayaan, pemain asal Prancis lainnya, Corentin Tolisso, juga sudah menunggu di sayap, seperti rekan senegaranya Kingsley Coman yang tampil heroik di final Liga Champions bulan lalu dan ikut membawa Bayern Munchen kembali berjaya di Eropa.