Bek Ajax Amsterdam Takut Perang Amerika vs Iran, Tinggalkan Qatar

Bek Ajax Amsterdam Takut Perang Amerika vs Iran, Tinggalkan Qatar

Gilabola.com – Sergino Dest memutuskan untuk pulang ke Belanda dan meninggalkan kamp latihan Ajax Amsterdam di Qatar karena memanasnya politik di Timur Tengah.

Iran memutuskan untuk melakukan serangan balasan atas terbunuhnya Jenderal Qasem Asoleimani oleh serangan udara tentara Amerika. Serangan balasan Iran ini ditujukan kepada dua pangkalan militer Amerika di Irak, yang bertetangaan dengan negara Seribu Mullah tersebut.

Kabarnya sebuah pesawat asal Ukraina terjatuh dengan menewaskan seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 176 orang, dengan indikasi terkena rudal Iran.

Sadar dirinya berpaspor Amerika Serikat tapi kelahiran Belanda, Sergino Dest langsung pulang ke negara kelahirannya. Apalagi sang ayah merupakan tentara Amerika Serikat sehingga wajar jika ia merasa was-was menjadi target serangan balas dendam Iran.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Pemerintah Negara Paman Sam pun telah mengeluarkan perintah evakuasi terhadap warganya yang berada di Irak karena dikhawatirkan akan terjadi perang.

Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven ingin cepat pulang juga

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Ajax yang tengah bersaing dengan Napoli untuk dapatkan Jan Vertonghen itu, sang pesepak bola berusia 19 tahun itu memilih menunggu rekan-rekannya di Belanda. “Sergino Dest meminta untuk meninggalkan kamp latihan Ajax di Qatar,” bunyi pertanyaan klub.

“Dia merasa tidak nyaman. Ajax memahami permintaannya dan mengambulkan permohonannya.”

Dengan demikian Dest akan berlatih bersama tim junior Ajax sampai tim utama kembali pada Minggu waktu setempat nanti. Keputusan pemain belakang ini pun tidak lama setelah tim nasional Amerika Serikat [USMNT] menunda kamp latihan Januari di Qatar dengan alasan serupa.

Ajax sendiri terbang ke Qatar pada Sabtu kemarin dengan menggunakan pesawat pribadi agar bisa terbang melewati Mesir dan Arab Saudi.

Selain Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven pun berada di negara yang sama untuk tujuan yang sama pula, namun saat ini sedang mencari cara aman untuk kembali ke Belanda tanpa perlu melewati kawasan udara Iran dan Irak.