Beralih Bela Jerman, Bintang Bayern Munchen Puji Inggris Menguntungkan Dirinya

Gilabola.com – Bintang muda Bayern Munchen, Jamal Musiala, kesulitan untuk membandingkan Timnas Jerman dan Inggris yang pernah ia bela.

Ajang Euro 2020 menjadi pengalaman luar biasa bagi Musiala, walaupun ia kesulitan untuk membandingkan kedua tim nasional yang pernah diperkuatnya itu. Musiala memang pernah membela Timnas Jerman U-16 di tahun 2018, namun sebagian besar karir internasionalnya dilakoni bersama Inggris.

Ia pernah menjadi pemain Timnas Inggris U-15, U-16 (setelah tinggalkan U-16 Jerman), U-17 dan U-21, tercatat hingga tahun 2020. Namun bersama The Three Lions, Musiala memang miskin waktu bermain. Terakhir di tim U-21, dia hanya bermain dua kali dan menyumbangkan satu gol.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Setelah usianya genap 18 tahun pada 26 Februari 2021, Musiala akhirnya memilih untuk membela tim senior Jerman. Wonderkid Bayern Munchen yang lahir di Stuttgard itu memiliki kebebasan untuk memilih setelah usia tersebut, meskipun ia sempat dibesarkan di Inggris dan pernah membela Chelsea, di samping berdarah Inggris-Nigeria dari sang ayah dan Jerman dari ibunya.

Dalam sebuah wawancara bersama Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) baru-baru ini, Musiala ditanya mengenai bagaimana perbedaan antara dua tim yang pernah dibelanya itu.

Sebagai seorang pemain yang tersedia untuk kedua negara tersebut, banyak orang barangkali berpikir ia punya jawaban yang pasti. Namun, mendengar jawabannya, pemain yang satu ini terbukti sangat bijaksana di usianya yang masih sangat muda.

“Tim nasional yunior dan senior sangat sulit untuk dibandingkan, selain itu melintasi batas negara, itu tidak mungkin. Apa yang bisa saya ungkapkan adalah, di Inggris, dalam hal melatih pemain muda, banyak penekanan dilakukan pada latihan teknis. Kami bahkan punya kursus latihan teknis khusus, setidaknya satu pekan sekali,” tandas pemain yang didatangkan Bayern Munchen dari Chelsea pada tahun 2019 itu.

“Saat saya datang ke Jerman, penekanannya lebih pada kompetisi, soal bagaimana menegaskan diri sendiri, lebih banyak bicara tentang kemenangan. Walau Anda harus mengatakan itu terjadi di kelas berbeda, saya tak bisa mengatakan apa-apa tentang bagaimana pelatihan dilakukan di Jerman hingga saat ini,” tambah Musiala, seperti dilansir Bavaria Football Works.

“Tapi di Inggris, kasusnya, tidak ada liga yang nyata sampai U-18, hanya sesekali turnamen. Jadi ada perbedaan, dan bagi saya, itu mungkin sebuah keuntungan,” ungkapnya.

Soal pengalamannya di Euro 2020 musim panas ini, Musiala mengaku mendapat bantuan dari rekan-rekan satu timnya di Bayern Munchen, hingga semuanya berjalan jauh lebih lancar.

“Tentu saja sangat berharga, terutama untuk pengalaman yang sangat awal. Saya bisa bertanya apa saja kepada rekan-rekan saya di klub, dan mereka juga tidak terganggu dengan banyaknya pertanyaan saya. Sangat menyenangkan, karena hal itu juga memberi saya rasa aman,” tandas Musiala.

“Tapi, sekarang saya harus mengenal seluruh anggota skuad dengan baik dan benar-benar bisa bicara dengan semua pemain. Selain itu, saya sekarang juga tidak terlalu sering bertanya lagi, dan juga tidak terlalu tergantung pada bantuan rekan-rekan saya,” ujarnya.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO