Bintang Liverpool Jadi Pemain Terbaik Brasil di Eropa

Philippe Coutinho

Gilabola.com – Bintang Liverpool, Philippe Coutinho, baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik Brasil di Eropa mengalahkan para pemain bintang lainnya.

Coutinho menyabet gelar Samba Gold Award dengan mengalahkan Neymar di posisi kedua dan Casemiro di posisi ketiga. Gelar tersebut merupakan voting dari para fans, wartawan, serta pemain dan mantan pemain.

Coutinho mengakui dirinya bahagia karena segala jerih payah dan kerja kerasnya dalam beberapa tahun terakhir mendapat pengakuan dari banyak pihak.

Coutinho sendiri memberikan kredit kepada pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Ia menilai pelatih asal Jerman tersebut memberikan kebebasan bagi para pemain Liverpool untuk melakukan apa yang mereka inginkan tanpa meninggalkan tanggung jawab mereka.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“(Penghargaan) ini berarti banyak bagi saya,” ujar Coutinho pada situs resmi Liverpool. “Saya sangat bahagia mengetahui bahwa apa yang saya lakukan dalam satu tahun terakhir telah diakui oleh banyak orang. Ini merupakan tahun yang penting bagi saya dan saya sangat senang bisa memenangkan peghargaan ini.

“Sebagai sebuah tim, kami bermain dengan baik dan kami mencapai dua final, namun sayangnya kami tidak berhasil memenangkannya. Itu adalah periode yang sulit namun hal itu membuat tim ini menjadi semakin kuat.”

Coutinho melanjutkan, : “Kami bekerja keras sebagai sebuah kelompok dan tentu saja Liverpool memiliki para pemain hebat.”

“Pelatih (Jurgen Klopp) menuntut banyak hal dari para pemain. Semua orang telah bermain dengan baik dan melakukan apa yang telah diminta oleh pelatih. Pelatih memberikan kami keleluasaan untuk melakukan apa yang kami inginkan di lapangan.

“Tentu saja setiap pemain juga memiliki tanggung jawab mereka masing-masing. Ketika tidak menguasai bola, kami harus menjaga pemain lawan, berada di posisi yang tepat, dan kami harus bertahan. Namun dia memberikan kami keleluasaan untuk melakukan apa yang kami inginkan. Tidak ada satupun yang merasakan tekanan untuk menentukan siapa yang akan membuat keputusan dan siapa yang akan bertahan. Setiap orang bekerja bersama-sama, sebagai satu tim.”