Site icon Gilabola.com

Blaugrana Menang 3-0, Tapi Atletico Madrid Unggul Agregat 3-4 dan ke Final Copa del Rey 2026

Hasil Barcelona vs Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey

Barcelona menang 3-0 atas Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Copa del Rey di Camp Nou, 3 Maret 2026. Namun kemenangan itu tidak cukup. Kekalahan empat gol pada leg pertama membuat agregat berakhir 4-3 untuk tim tamu, dan Barcelona tersingkir.

Malam itu bergerak dalam dua arah yang bertolak belakang: tekanan tanpa henti dari tuan rumah, serta ketenangan bertahan dari tim asuhan Diego Simeone yang tahu persis apa yang mereka butuhkan.

Bernal Membuka Jalan

Barcelona langsung mengambil inisiatif sejak awal, mencoba membongkar blok pertahanan rapat Atletico. Peluang pertama datang melalui Raphinha yang melepaskan tembakan ke sisi jaring, disusul upaya Ferran Torres dari situasi sepak pojok yang melebar.

Gol yang dinanti hadir pada menit ke-30. Skema sepak pojok pendek dimaksimalkan Lamine Yamal yang bergerak dari sisi kiri sebelum mengirim umpan silang ke tengah kotak penalti. Marc Bernal menyambutnya dengan sepakan first-time ke atap gawang. Camp Nou bergemuruh. Agregat berubah menjadi 1-4, dan harapan mulai tumbuh.

Atletico sempat merespons lewat Antoine Griezmann yang melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi mengarah tepat ke kiper Garcia. Upaya lain bahkan sempat membentur mistar, meski kemudian dianulir karena offside dalam prosesnya.

Penalti Raphinha dan Tekanan Tanpa Henti

Menjelang turun minum, momen krusial datang. Pedri dijatuhkan di kotak penalti oleh Pubill saat mencoba menembus pertahanan. Wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR menguatkan keputusan tersebut.

Raphinha mengambil tanggung jawab. Ia mengecoh kiper dan mengarahkan bola ke sisi kiri gawang. Skor 2-0, agregat 2-4. Barcelona masih tertinggal, tetapi momentum jelas berpihak kepada mereka saat jeda.

Babak kedua berlangsung dalam satu arah. Atletico dipaksa bertahan semakin dalam. Musso melakukan dua penyelamatan beruntun dalam situasi kacau di kotak penalti, termasuk menepis tembakan keras Joao Cancelo setelah menerima umpan tarik dari Yamal.

Barcelona terus mendorong. Masuknya Rashford dan Olmo menambah tenaga serang. Namun setiap peluang selalu bertemu blok terakhir Atletico atau refleks kiper mereka.

Gol Kedua Bernal, Harapan yang Tertahan

Menit ke-72, Camp Nou kembali berguncang. Tendangan bebas Cancelo mengarah ke tiang jauh dan Bernal muncul tanpa pengawalan untuk menyentuh bola ke sudut gawang. Brace untuk pemain muda tersebut. Skor 3-0, agregat 3-4.

Dengan sekitar 15 menit tersisa, Barcelona hanya membutuhkan satu gol lagi untuk memaksa perpanjangan waktu. Tekanan meningkat. Yamal beberapa kali mencoba menembus dari sisi kanan dan bahkan sempat terjatuh di kotak penalti dalam duel dengan Baena, tetapi wasit tidak menganggapnya pelanggaran.

Atletico melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga energi dan struktur. Alvarez yang mencetak gol di leg pertama ditarik keluar. Simeone juga harus melakukan pergantian karena cedera.

Enam menit tambahan waktu diberikan. Seruan penalti kembali terdengar ketika Raphinha jatuh dalam kontak dengan Ruggeri, tetapi wasit bergeming. Peluang terakhir datang dari tembakan jarak jauh Sorloth dalam skema serangan balik, namun bola melambung. Di sisi lain, upaya Yamal melengkung tipis melebar.

Peluit akhir berbunyi. Barcelona menang 3-0, tetapi semifinal berakhir 4-3 untuk Atletico secara agregat.

Atletico melaju ke final dan akan menghadapi Real Sociedad atau Athletic Club dalam partai puncak.

Analisis Redaksi

Inilah dua wajah berbeda dari sepak bola sistem gugur. Barcelona menunjukkan kapasitas menyerang yang cukup untuk membalikkan keadaan di atas lapangan selama 90 menit, tetapi konsekuensi leg pertama terlalu besar untuk dihapus hanya dengan satu malam dominan.

Atletico tidak pernah benar-benar mengontrol bola dalam waktu lama, namun mereka mengontrol konteks pertandingan. Dengan keunggulan empat gol dari leg pertama, pendekatan bertahan dan disiplin ruang menjadi pilihan logis. Tekanan yang mereka hadapi sepanjang babak kedua memang intens, tetapi efisiensi dan manajemen situasi membuat agregat tetap aman.

Bagi Barcelona, kemenangan ini memberi bukti daya saing dan kedalaman mental. Namun dalam kompetisi dua leg, margin kesalahan sebelumnya sering kali lebih menentukan daripada performa terbaik di leg penentuan.

Exit mobile version