Bologna Kena Mental! Rekor 20 Laga Kandang Eropa Hancur di Tangan Ollie Watkins!

Gilabola.com – Klub asal Birmingham, Aston Villa, sukses menghentikan catatan tak terkalahkan tuan rumah Bologna dalam 20 laga kandang di kompetisi Eropa setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 pada leg pertama perempat final Liga Europa.

Dua gol dari Ollie Watkins menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Ia mencetak gol sebelum dan sesudah gol indah dari Jonathan Rowe. Satu gol lainnya disumbangkan Ezri Konsa. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan kedelapan tim tuan rumah di Stadion Renato Dall’Ara sepanjang tahun 2026.

Sebelum pertandingan ini, tim berjuluk Rossoblu mencatat rekor klub dengan 11 laga beruntun tanpa kekalahan di kompetisi Eropa. Catatan itu akhirnya terhenti setelah kembali bertemu tim asal Inggris tersebut.

Sejak awal laga, tim tuan rumah tampil agresif. Jonathan Rowe menjadi ancaman utama dan merepotkan lini tengah lawan yang kesulitan menjaga penguasaan bola.

Peluang emas pertama hadir pada menit ke-21. Emiliano Martinez harus bekerja keras mengamankan bola hasil sepakan voli Juan Miranda yang kurang sempurna setelah lawan menyia-nyiakan peluang dari tendangan bebas.

Lima menit kemudian, tuan rumah kembali nyaris mencetak gol. Upaya Santiago Castro sempat masuk ke gawang, tetapi dianulir setelah tinjauan VAR karena posisi offside.

Tekanan terus berlanjut. Tiga menit berselang, Lewis Ferguson mendapatkan peluang besar, namun sepakannya hanya membentur mistar gawang.

Meski mendapat tekanan, tim tamu sempat memberi ancaman. Sekitar menit ke-30, John McGinn melepaskan tembakan jarak jauh yang tipis melebar dari gawang.

Gol pembuka akhirnya tercipta menjelang turun minum. Ezri Konsa mencetak gol melalui sundulan setelah kiper cadangan Federico Ravaglia gagal mengantisipasi sepak pojok dari Youri Tielemans.

Memasuki babak kedua, tuan rumah kembali tampil menekan. Tommaso Pobega hampir menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat, namun sepakannya melambung di atas mistar.

Namun momentum tersebut langsung hilang. Beberapa detik kemudian, Ollie Watkins menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kesalahan fatal dari Lewis Ferguson di lini belakang.

Setelah gol itu, tim tamu mulai mengendalikan permainan. Watkins hampir mencetak gol lagi lewat tembakan jarak jauh, sementara Morgan Rogers juga sempat mengancam meski peluangnya berhasil diamankan kiper.

Tuan rumah masih berusaha mengejar ketertinggalan. Jonathan Rowe mendapatkan beberapa peluang, termasuk satu tembakan yang melebar dan satu lagi yang berhasil ditepis kiper.

Akhirnya, Rowe mencetak gol yang pantas ia dapatkan di penghujung laga melalui sepakan melengkung yang indah. Itu menjadi gol keenamnya dalam enam pertandingan di kompetisi ini.

Namun harapan kebangkitan tuan rumah tidak bertahan lama. Ollie Watkins kembali mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan situasi sepak pojok dari Tielemans yang gagal diantisipasi lini belakang lawan.

Secara keseluruhan, tim asal Inggris tersebut sebenarnya cukup beruntung bisa unggul dua gol, terutama jika melihat performa mereka di babak pertama.

Meski begitu, hasil ini tetap menjadi modal besar. Dengan total enam gol yang sudah mereka cetak ke gawang wakil Italia dalam tiga pertemuan, kepercayaan diri jelas meningkat jelang leg kedua yang akan digelar di Villa Park.

Opini Redaksi

Kemenangan Aston Villa di Renato Dall’Ara lebih menunjukkan mentalitas tim Inggris yang efektif daripada dominasi permainan.

Bologna sejatinya tampil lebih agresif dan menciptakan banyak peluang bersih, namun kegagalan mereka mengeksekusi peluang dan kesalahan fatal di lini belakang, seperti yang dilakukan Lewis Ferguson, menjadi pembeda.

Villa sangat beruntung memiliki penyelesaian akhir klinis dari Ollie Watkins yang mampu menghukum setiap kelengahan lawan di saat timnya justru tertekan sepanjang babak pertama.

Hasil ini membuktikan bahwa rekor kandang panjang tidak berarti apa-apa di hadapan efisiensi taktis Unai Emery dalam kompetisi Eropa. Meski Jonathan Rowe tampil luar biasa sebagai motor serangan Bologna, keroposnya koordinasi pertahanan mereka saat menghadapi bola mati adalah “bunuh diri” teknis.

Dengan modal keunggulan dua gol dan catatan produktivitas tinggi melawan wakil Italia, Villa hampir pasti mengunci tiket semifinal di leg kedua nanti kecuali Bologna mampu melakukan perombakan total pada fokus pertahanan mereka.