Site icon Gilabola.com

Bologna Lolos ke Perempat Final Liga Europa, Akan Jadi Underdog Lawan Aston Villa

Pemain Bologna merayakan kemenang atas AS Roma di Liga Europa

Vincenzo Italiano menegaskan bahwa AS Roma “unggul dalam segala aspek”, namun Bologna berhasil melejit untuk memastikan tiket ke perempat final Liga Europa 2025/26 menghadapi Aston Villa. Ia juga mengakui bahwa timnya kembali akan berstatus sebagai underdog.

Bologna dijadwalkan bertemu Aston Villa di babak perempat final Liga Europa. Meski tidak diunggulkan, situasi tersebut bukan hal baru bagi mereka, termasuk saat menghadapi Roma dalam duel sesama tim Italia.

“Kami sudah dua kali menghadapi Aston Villa di kandang mereka. Jadi kami datang lagi dengan kesadaran bahwa kami bukan favorit, tetapi kami akan menyiapkan sesuatu dan mencoba menciptakan kejutan lain,” ujar Italiano kepada Sky Sport Italia.

Pertandingan leg pertama akan berlangsung di Stadion Dall’Ara pada 9 April (WIB), sedangkan leg kedua digelar di Villa Park pada 16 April (WIB).

Bologna Ukir Hasil Besar di Roma

Atmosfer stadion sejak awal laga menjadi tantangan tersendiri bagi Bologna. Italiano mengakui bahwa timnya menghadapi lawan yang kuat dan peluang awal tidak berpihak pada mereka.

“Sejak awal kami sudah melihat atmosfer yang luar biasa. Kami menghadapi tim kuat, dan saya menilai peluang kami hanya 49 banding 51. Namun kami mampu membalikkan situasi dan melanjutkan perjalanan di kompetisi Eropa yang penting ini,” jelasnya.

Ia menilai pertandingan tersebut berjalan menarik dan penuh kepuasan bagi timnya.

“Ini pertandingan yang luar biasa. Kami sangat senang bisa datang ke sini dan melakukan sesuatu yang besar, seperti mendaki gunung. Saya hanya bisa memuji para pemain atas performa luar biasa mereka. Menang di stadion ini melawan Roma adalah pencapaian nyata.”

Drama Gol Hingga Extra Time

Sepanjang dua leg, Bologna tidak pernah tertinggal. Pada leg pertama di Stadion Dall’Ara, mereka bermain imbang 1-1 setelah kebobolan gol penyama kedudukan.

Di leg kedua, Bologna sempat unggul lewat gol spektakuler Jonathan Rowe. Mereka bahkan memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui penalti Federico Bernardeschi dan gol Santiago Castro.

Namun keunggulan tersebut sempat hilang setelah Roma menyamakan skor menjadi 3-3, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Di momen krusial tersebut, pemain pengganti Nicolò Cambiaghi menjadi penentu kemenangan dengan gol dari sudut yang sangat sempit.

“Kami kesulitan dalam 20 menit pertama untuk menahan tekanan Roma. Tetapi setelah itu kami mulai menguasai permainan di area mereka dan menjalankan rencana yang sudah disiapkan,” kata Italiano.

“Ketika masuk extra time, biasanya gol pertama sangat menentukan, dan kami berhasil mendapatkannya.”

Stadion Olimpico Jadi Tempat Bersejarah

Stadion Olimpico kembali menjadi tempat penuh kenangan bagi Bologna. Sebelumnya, mereka juga meraih kemenangan besar di stadion ini saat menaklukkan AC Milan pada final Coppa Italia musim lalu, yang menjadi trofi pertama mereka dalam 51 tahun.

Italiano sendiri dikenal memiliki kedekatan khusus dengan kompetisi piala. Sebelum melatih Bologna, ia sukses membawa Fiorentina mencapai dua final Conference League serta satu final Coppa Italia.

“Saya selalu berusaha menghormati setiap kompetisi dengan cara terbaik, mulai dari persiapan hingga usaha maksimal. Turnamen seperti ini tidak terlalu panjang, jadi Anda harus menemukan strategi untuk menyulitkan lawan, bahkan jika mereka secara kualitas lebih baik,” ujarnya.

“Kami berhasil melewati fase liga yang sulit, memenangkan play-off yang berat, dan hari ini mengalahkan tim yang lebih unggul dari kami dalam segala hal. Namun, jika memainkan strategi dengan tepat, hasil seperti ini bisa dicapai.”

Kondisi Italiano Usai Sakit

Saat para pemain Bologna merayakan kemenangan bersama pendukung di tribun tandang, Italiano harus meninggalkan momen tersebut lebih cepat.

“Saya harus segera kembali dan meninggalkan para pemain saat mereka merayakan, karena sejak terkena pneumonia, dokter meminta saya untuk segera berada di tempat hangat dan menjaga kondisi,” ucapnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Italiano sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu akibat pneumonia, bahkan harus memimpin sesi latihan tim dari jarak jauh.

Exit mobile version