Brasil vs Spanyol: Emas Olimpiade untuk Dani Ceballos

Gilabola.com – Timnas Spanyol akan mainkan laga impian melawan Brasil di final sepak bola Olimpiade, Sabtu (7/8) malam ini.

Tim asuhan Luis de la Fuente itu akan mendedikasikan kemenangan untuk Dani Ceballos, yang berulang tahun ke-25 tahun tepat di hari ini, tapi tak bisa tampil di laga final akibat cedera di pertandingan pembuka melawan Mesir.

Tak ada prestasi yang lebih baik untuk tim U-23 ini dalam enam tahun terakhir, setelah mereka sebelumnya menangkan trofi Piala Eropa U-19, U-21 dan juga telah menyabet medali Olimpiade. Namun, ini menjadi momen pertama bagi Brasil dan Spanyol bertemu dalam sebuah pertandingan.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Kehilangan Ceballos di laga pembuka ternyata telah membuat Marco Asensio dan kawan-kawan menjadi lebih padu di lapangan. Timnas Spanyol berhasil membuktikannya di laga perempat-final melawan Pantai Gading dan saat mereka harus hadapi tuan rumah, Jepang, di semi-final di mana kedua kemenangan tersebut berhasil diraih di babak perpanjangan waktu.

Asensio-lah yang menjadi pahlawan di semi-final melawan tim Samurai Biru yang tak bisa dianggap remeh. Ia memang baru dimainkan De La Fuente menjelang akhir babak kedua, namun permainan seketika menjadi hidup sesaat setelah ia masuk lapangan.

Diungkapkan AS, sama-sama berasal dari klub yang sama, Real Madrid, Asensio dan Ceballos merupakan dua sahabat di ruang ganti. Kini, Asensio pun bertekad mempersembahkan medali emas untuk Ceballos yang hanya bisa menonton di layar kaca akibat cedera engkel parah yang dialaminya.

Namun, untuk bisa mewujudkannya, De la Fuente pun harus lakukan sejumlah penyesuaian di skuad Timnas Spanyol. Ia kembali meragukan lini sayapnya, di mana Jesus Vallejo akan menjadi starter dengan keunggulan di sisi kanan dan Marc Cucurella di sisi sayap kiri.

Sisanya, seperti biasa, Mikel Oyarzabal akan kembali menjadi false nine untuk memberi jalan masuk bagi Marco Asensio di sayap kanan. Mereka akan didampingi Dani Olmo dan Pedri, yang harus maju selangkah dan memimpin tim, sesuai dengan pengalaman yang mereka dapatkan di Piala Eropa.

Lalu, De La Fuente akan kembali memberi kepercayaan pada trisula lini belakang, Unai Simon-Eric Garcia-Pau Torres, yang telah membuat turnamen ini menjadi luar biasa.

Meski demikian, malam nanti Timnas Spanyol akan hadapi saingan terberat, yakni Richarlison, yang sudah kantongi lima gol di Olimpiade Tokyo. Lalu, yang terakhir, di ruang mesin akan kembali diperkuat Martin Zubimendi dan Mikel Merino.

Tim Brasil
Skuad Selecao juga menjadi satu lagi favorit juara di cabang sepak bola Olimpiade Tokyo, setelah mereka memenangkann medali emas di Rio 2016.

Sang pelatih, Andre Jardine, sengaja turunkan tiga pemain yang berusia di atas 24 tahun di lini belakang. Dia panggil kiper berusia 31 tahun, Santos, dan dua pemain yang ternama di Eropa, bahkan di Spanyol, yakni Dani Alves yang sudah berusia 38 tahun dan pemain Sevilla, Diego Carlos, 28 tahun.

Di pusat lini tengah dan serang, ia turunkan para pemain berbakat yang lebih banyak bermain secara vertikal ketimbang pikirkan penguasaan bola.

Timnas Spanyol tentunya butuh kerja lebih keras untuk bisa mewujudkan ‘medali emas untuk Dani Ceballos’ malam ini. Pasalnya, mereka akan hadapi lawan yang tak main-main di final, dan di laga-laga sebelumnya La Roja kerapkali harus menderita lebih dulu sebelum akhirnya berhasil menang.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO