Bus Boca Juniors Diserang, Sopir Pingsan, Presiden Jadi Sopir, Superclasico Ditunda Deh

Bus Boca Juniors Diserang, Sopir Pingsan, Presiden Jadi Sopir, Superclasico Ditunda Deh

Gilabola.com – Superclasico River Plate vs Boca Juniors dimundurkan 24 jam ke Senin dinihari setelah bus tim tamu diserang, sopir bus pingsan, kaca-kaca pecah, dua pemain Boca dilarikan ke rumah sakit, dan sisanya batuk-batuk kena gas air mata.

Sopir bus yang membawa tim Boca Juniors pingsan di kursinya setelah penggemar River Plate menyerang kendaraan itu menjelang pertandingan leg kedua final Copa Libertadores, Minggu dinihari. Pingsannya sopir bus memaksa wakil presiden klub untuk mengambil alih kemudi agar tak terjadi kecelakaan.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Bus tim disergap oleh pendukung tuan rumah dan dilempari dengan berbagai benda keras seperti batu, kayu dan minuman kaleng. Setidaknya tiga jendela bus hancur dan dua pemain terluka, dengan satu dilarikan ke rumah sakit. Gas air mata juga digunakan oleh polisi, tapi malah mempengaruhi sisa rekan satu tim Boca Juniors di atas bus, menyebabkan semua pemain batuk-batuk.

Cerita Sopir Bus Sebelum Pingsan

Guillermo Barros Schelotto, yang menjadi pengemudi bus itu mengungkapkan bahwa dia pingsan saat serangan terjadi.¬†Dia mengatakan kepada ESPN: “Dia (Horacio Paolini) mengambil alih setir bus sampai saya bereaksi kembali dan mencoba melakukan apa yang saya bisa lakukan untuk membawa anak-anak itu ke sini.”

“Itu bisa menjadi tragedi, saya ingat ketika saya melihat batu-batu itu melayang, setelahnya saya tidak ingat apa-apa lagi.”

Menyusul cedera pemain dan permintaan Boca Juniors untuk menundanya, leg kedua Copa Libertadores ditangguhkan. Superclasico itu telah dijadwalkan ulang untuk hari Minggu pukul 17:00 waktu setempat, atau Senin dinihari waktu Indonesia.

Carlos Tevez Kena Gas Air Mata

Mantan striker Manchester United Carlos Tevez termasuk di antara mereka yang terkena dampak gas air mata, dan terlihat dipandu memasuki ruang ganti sambil tersedak-sedak.

Dalam upaya untuk menunda pertandingan ini sampai Senin dinihari, Carlos Teves mengatakan: “Mereka memaksa kami untuk memainkan game ini. Kami tidak dalam kondisi baik untuk bermain. Juga ada masalah perilaku masyarakat [yang melempari batu]. Kita semua bertanggung jawab untuk hal ini.”