Cara Chelsea dan Arsenal Balas Dendam Final Liga Europa Bikin Takut

Cara Chelsea dan Arsenal Balas Dendam Final Liga Europa Bikin Takut

Coba lihat cara suporter Chelsea dan Arsenal membalas dendam untuk final Liga Europa. Benar-benar bikin UEFA takut.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, UEFA menghadapi risiko ribuan kursi stadion final Liga Europa kosong melompong. Fans dari kedua kesebelasan memboikot acara final turnamen kelas kedua itu, menyebabkan harga tiket merosot drastis di situs-situs jual beli.

Suporter Chelsea dan Arsenal diketahui sangat marah dengan keputusan UEFA menetapkan final Liga Europa di Baku, Azerbaijan. Secara resmi masih wilayah Eropa sih tapi letaknya di pinggiran timur Eropa, sangat timur.

Cara Chelsea dan Arsenal Balas Dendam Final Liga Europa Bikin Takut

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Seperti bisa Anda saksikan di atas, Azerbaijan berada di sisi selatan rangkaian pegunungan Kaukasus. Sebelah barat berbatasan dengan Turki dan Georgia, utara Georgia dan Rusia, selatan Iran. Sebenarnya negara ini lebih layak disebut Asia daripada Eropa, tapi memperoleh keanggotaan di asosiasi sepak bola Eropa (UEFA) dan bukannya Asia (AFC).

Fans Chelsea dan Arsenal sudah sejak awal keberatan dengan ongkos-ongkos yang harus mereka keluarkan untuk mencapai Stadion Olimpiade di Baku, tempat final itu diadakan. Untuk ongkos pesawat saja mereka harus keluar Rp 18 juta, belum lagi hotel dan makan. Perjalanan ke sana tidak mudah karena tidak ada penerbangan langsung. Fans harus cuti – atau mundur dari pekerjaannya – karena perjalanan pergi pulang bisa makan waktu lima sampai enam hari.

Dan sebagai akibatnya kedua tim kini kesulitan untuk menjual jatah tiket masing-masing sebanyak 6.000 kursi yang dialokasikan bagi keduanya. Di situs jual beli StubHub, tiket-tiket itu dijual dengan harga Rp 360.000, dibandingkan harga normal Rp 476.173.

Jika boikot ini terus berlanjut maka untuk pertama kalinya UEFA akan menghadapi rasa malu yang tak terperikan, ribuan kursi kosong pada partai final kompetisi Eropa. Sementara itu hal berbeda terjadi untuk final Liga Champions di Madrid, sebuah kota dengan banyak penerbangan pergi pulang ke London dalam satu hari. Lebih dari 10 maskapai melayani jalur penerbangan ini dengan jumlah flights lebih mendekati 30 seharinya.