Conte Seperti Ucapkan Selamat Tinggal Usai Kekalahan Inter di Final Liga Europa

Conte Seperti Ucapkan Selamat Tinggal Usai Kekalahan Inter di Final Liga Europa

Gilabola.com – Manajer Antonio Conte berbicara seolah-olah kekalahan di final Liga Europa dengan skor 3-2 dari Sevilla tadi malam adalah pertandingan terakhirnya bersama Inter Milan meski ia baru menjalani musim pertamanya di Nerazzurri.

Pelatih Italia berusia 51 tahun itu telah cukup sukses membawa kemajuan pada Inter Milan musim ini, finish di urutan kedua klasemen Serie A dengan hanya selisih satu poin di bawah Juventus, dan tampil bagus di Liga Europa meski akhirnya kalah di final. Transfer yang dilakukan mantan manajer Chelsea itu juga terbukti cukup berhasil, termasuk Romelu Lukaku yang menjadi tokoh kunci bagi tim di musim ini, menjadi top skor klub dengan 34 gol di 51 penampilan di berbagai kompetisi.

Namun masa depan Antonio Conte berada dalam sorotan belakangan ini usai dirinya mengklaim kurang mendapatkan dukungan dari pihak pemilik klub dan direksi Inter, yang tampaknya masih tak puas karena Inter Milan gagal menggulingkan dominasi Juventus di Serie A.

Kini usai kekalahan 3-2 timnya di final Liga Europa melawan Sevilla, mantan pelatih timnas Italia itu memberikan isyarat bahwa dia mungkin telah menjalani laga terakhirnya bersama Nerazzurri.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Saya akan selalu berterima kasih atas kesempatan ini, tetapi Anda harus merencanakan masa depan Inter, dengan atau tanpa saya,” katanya. Sementara soal kekalahan timnya dari Sevilla, manajer 51 tahun itu mengakui bahwa gol bunuh diri Romelu Lukaku telah mengubah keadaan, meski dirinya juga menyebut bahwa pengalaman besar pasukan Julen Lopetegui menjadi pembeda dalam final Liga Europa tadi malam.

“Itu adalah pertandingan yang sulit dan seimbang di mana pada babak kedua satu insiden [kecil] bisa mengubahnya. Kami memiliki kesempatan, tapi sebaliknya ada defleksi sial dari Romelu Lukaku, sehingga itu menjadi sangat sulit di sana,” tambah Antonio Conte kepada Sky Sport Italia.

“Sevilla telah menurunkan intensitas dan kualitas umpan mereka. Kami sangat menyesali [kekalahan ini] karena tim [Inter] sudah mati-matian melawan tim dengan banyak pengalaman di kompetisi ini dan memenangkan final berkali-kali. Pada akhirnya, itu yang membuat perbedaan.”

“Para pemain ini bekerja keras, tumbuh pesat dan meningkat. Mereka mencapai final Liga Europa, banyak yang merupakan pengalaman pertama mereka di Eropa, jadi antara Liga Champions dan Liga Europa, setidaknya banyak pemain muda kami mendapatkan pengalaman untuk masa depan. Itu penting untuk maju, juga untuk kepercayaan diri.”