Copa America: Chile vs Peru Penuh Sejarah Dalam dan Luar Lapangan

Copa America: Chile vs Peru Penuh Sejarah Dalam dan Luar Lapangan

Gilabola.com – Copa America menjadi ajang yang sarat sejarah. Bukan cuma Brasil vs Argentina yang digelar pagi ini, tapi juga pertemuan Chile dan Peru yang akan berlangsung Kamis (4/7) pagi WIB.

Chile vs Peru pada tengah pekan ini memang tak akan menorehkan persaingan yang sama seperti halnya Brasil dan Argentina. Tapi, laga itu akan menyatukan dua negara yang kerap diwarnai pertikaian di luar lapangan, yang bahkan terjadi sejak abad ke-19 lalu.

Chile dan Peru terlibat Perang Pasifik pada 1879 hingga 1883, di mana Chile akhirnya menang atas aliansi Peru-Bolivia dan mengambil alih beberapa tanah penting dengan akses mudah ke Samudra Pasifik.

“Ada beberapa persaingan tambahan. Chile menjadi lawan bersejarah kami,” tandas striker Peru, Paolo Guerrero, seperti dilansir The Globe and Mail.

Chile Absen di Piala Dunia ‘Gara-gara’ Peru

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Meskipun hubungan kedua negara sudah pulih saat ini, namun ketegangan masih bisa dirasakan. Dalam salah satu pertemuan terakhir kedua tim di Kualifikasi Piala Dunia 2018 yang digelar di Lima, suporter Peru mencemooh lagu kebangsaan Chile. Setelah kemenangan 4-3, Chile pun meninggalkan pesan di ruang ganti yang meminta agar tim lawan respek pada tamunya.

Di babak terakhir kualifikasi, Chile akhirnya absen di Piala Dunia karena hasil imbang antara Peru dan Kolombia, dalam pertandingan yang dijuluki ‘Pacto de Lima’. Pasalnya, hasilnya Peru dan Kolombia telah menguntungkan kedua negara, tapi merugikan Chile.

“Itu clasico yang melebihi sebuah pertandingan sepakbola. Ada banyak persaingan dengan Chili,” ujar bek Peru, Miguel Trauco.

“Kami tahu apa artinya clasico ini, jadi kami akan berikan yang terbaik, tetapi pada akhirnya itu hanyalah sepakbola. Kita seharusnya tidak mencampurkannya dengan banyak hal lain,” tandasnya.

Catatan Chile Lebih Baik

Secara sejarah, Chile mendapat hasil yang lebih baik dari Peru di ‘Clasico del Pacifico’, dengan memenangkan 44 dari 80 pertandingan. Dalam kompetisi resmi, Chile telah memenangkan tujuh dari delapan laga terakhir, termasuk di semi-final Copa America 2015.

Peru yang tahun lalu berhasil melaju ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam hampir empat dekade, bermain di semi-final ajang ini untuk ketiga kalinya dalam empat turnamen terakhir.  Tapi Peru belum pernah sampai ke final – atau menang gelar – sejak 1975.

Chile memliki banyak generasi emas, termasuk Alexis Sanchez dan Arturo Vidal. Mereka juga sedang berusaha untuk menjadi tim pertama yang memenangkan tiga gelar beruntun di Amerika Selatan, sejak Argentina melakukannya era 40-an. Chile berhasil mengalahkan Argentina dalam adu penalti di final tahun 2015 dan 2016.

“Kami ingin memenangkan gelar ini untuk mencetak sejarah. Pastinya akan sulit, tapi kami berharap lakoni pertandingan melawan Peru dengan sempurna,” ujar pentolan Chile yang juga bintang Barcelona, Arturo Vidal.

Copa yang Sebenarnya

Chile sedang berusaha membayar kegagalan mereka di Piala Dunia tahun lalu, dan menunjukkan bahwa generasi ini masih bisa berhasil. Satu-satunya kekalahan di turnamen kali ini dialami Chile di laga melawan Uruguay, ketika pelatih Reinaldo Rueda mengistirahatkan beberapa pemain penting. Di perempat final, Chile berhasil melewati Kolombia.

Chile punya 12 pemain dari skuad yang pernah memenangkan gelar di turnamen negara-negara Amerika Selatann ini pada 2016, dan sembilan di antaranya juga berada di tim 2015 yang menang di kandang.

Peru yang diasuh pelatih asal Argentina, Ricardo Gareca, sukses menyingkirkan Uruguay dalam adu penalti di perempat final. Tapi mereka dikalahkan tuan rumah, Brasil, dengan skor telak 5-0 di pertandingan terakhir grup. Peru melaju sebagai salah satu dari dua tim yamh finis di tempat ketiga terbaik di tiga grup.

“Kita harus bermain lebih baik. Inilah Copa yang sebenarnya, yang berada di tahap yang menentukan,” tandas Gareca.

Semifinal di Arena Gremio pada Kamis besok juga akan menampilkan perselisihan pribadi antara penyerang peru, Guerrero, dan Eduardo Vargas dari Chile, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Copa America di mana keduanya sama-sama kantongi 12 gol.