Corona Virus Makan Korban, Pemain Asia Jadi Sasaran

Corona Virus Makan Korban, Pemain Asia Jadi Sasaran

Corona virus terus makan korban dengan update terakhir menyatakabn lebih dari 800 orang meninggal per hari Minggu (9/2) dan pemain sepak bola asal Asia jadi sasaran posting bernada rasis.

Lembaga-lembaga anti rasisme berharap otoritas pemilik media sosial memberikan peringatan keras terhadap unggahan-unggahan bernada rasis kepada pesepakbola Asia terkait virus corona. Penyebaran coronavirus menjadi perhatian dunia pada awal Januari kemarin, yang diyakini pertama kali muncul di Wuhan China pada Desember tahun lalu.

Media asal Inggris, PA, menemukan banyak unggahan bernada rasis terkait virus mematikan tersebut kepada pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min dan gelandang Liverpool Takumi Minamino. Salah satunya adalah akun Twitter Trool Football, yang menunjukkan meme Jose Mourinho berlari dari bangku cadangan dengan tulisan “ketika Anda mendengar Heung Min Son batuk”.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Di unggahan yang lantas dihapus ini diikuti foto Mourinho yang sedang tertawa, yang merupakan urutan pertama dari rangkaian kejadian sebenarnya, dengan tulisan “tapi kemudian Anda sadar dia pemain Korea”.

Unggahan bernada serupa terjadi dengan foto Christian Eriksen yang sedang menandatangani kontrak kerja di Inter Milan bersama direktur Steven Zhang.

Di foto, yang juga kemudian dihapus itu, diedit sedemikian rupa sehingga Eriksen terlihat sedang mengenakan masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona. PA pun menemukan unggahan-unggahan serupa, baik di akun berbau sepak bola atau akun pribadi, dengan mentargetkan Son dan Minamino.

Direktur Eksekutif Show Racism the Red Card, Ged Grebby mengatakan bahwa unggahan-unggahan tersebut tidak perlu dilakukan karena bisa membuat panik dan kericuhan antar warga.

“Ini momen yang mengkhawatirkan bagi komunitas China di negara ini [Inggris],” kata Grebby. “Platform-platform yang meraup triliunan poundsterling itu ironisnya media sosial. Kami tidak mempercayai akun-akun tersebut akan mempunyai kesadaran sosial.”

Ged Grebby pun menyamakan sikap rasisme ini serupa seperti penyebaran virus Ebola di Afrika Barat pada 2014 silam, dengan beragam tuduhan yang dialamatkan pada setiap orang-orang berkulit hitam tanpa memperdulikan domisili atau kewarganegaraan.