Cristiano Ronaldo Meraih Trofi Top Skorer Alipay

Cristiano Ronaldo Meraih Trofi Top Skorer Alipay

Gilabola.com – Cristiano Ronaldo meraih trofi top skorer Alipay usai cetak Hat-Trick di kemenangan Portugal 3-1 atas Swiss di semifinal UEFA Nations League.

Cristiano Ronaldo dilaporkan Xinhua meraih tropy dari Eric Jing, CEO Ant Financial Services Group, operator Alipay, di Estadio do Dragao setelah Portugal menang atas Belanda. Rekan setimnya CR7, Goncalo Guedes, yang mencetak gol kemenangan di final, memenangkan trofi perak sementara striker Inggris Marcus Rashford meraih satu perunggu.

“Selamat kepada Cristiano dengan menambahkan The Alipay Top scorer Trophy ke dalam koleksinya,” puji Jing. “Kami telah terinspirasi oleh semangat Anda untuk sepak bola dan pengalaman digital yang telah kita lihat selama seminggu terakhir di Portugal. Kami menantikan untuk mempromosikan integrasi lebih lanjut antara sepak bola dan teknologi dalam kemitraan kami dengan UEFA, membawa lebih banya kegembiraan, energi dan Inklusi untuk permainan.”

Cristiano Ronaldo melaju saat Lionel Messi kesulitan di Timnas

Pada bulan November 2018 silam, Alipay telah menjadi sponsor UEFA untuk acara tim nasional pria, termasuk EURO UEFA 2020, UEFA EURO 2024, kualifikasi Eropa dan UEFA Nations League Finals. Mereka ingin meneruskan kerjasama tersebut untuk gelaran-gelaran selanjutnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

CR7 sendiri artinya semakin menambah semua koleksi trofinya. Ia telah mengumpulkan tak kurang dari tiga puluh satu gelar juara sepanjang perjalanan karirnya.

CR7 sejauh ini sudah menuntaskan delapan ratus enam kali pertandingan klub dan seratus lima puluh delapan caps Timnas Portugal. Jumlah gol yang ia kumpulkan mencapai angka enam ratus delapan puluh sembilan kali.

Punya dua gelar bersama Timnas, membuat sang bintang menjauh dari Lionel Messi. La Pulga bagaikan tertatih-tatih dalam beberapa laga bersama Timnas Argentina. Ia bahkan sempat menyatakan akan pensiun.

Saat rivalnya terus menanjak, Messi kadung nelangsa di tiga final secara berturut-turut. Ia awalnya menderita di Copa America 2007. Alih-alih meroket, ia terpuruk di Piala Dunia 2014, terpuruk lagi di Copa America 2015, dan gagal bangkit di Copa America 2016 juga.

Ia masih punya kesempatan mengejar ketertinggalan dari CR7 di Copa America 2019. Tak muda lagi, Messi tak yakin dengan peluangnya ikutan Piala Dunia 2022 mendatang.