Daniele De Rossi Menyesal Setia Untuk AS Roma

Daniele De Rossi
Daniele De Rossi

Daniele De Rossi ternyata diam-diam menyesali karir bermainnya yang seluruhnya dihabiskan di AS Roma.

Gilabola.com, Liga Italia – Daniele De Rossi sebagian menyesalkan waktu bermainnya di AS Roma untuk seluruh karirnya karena pengalaman sepak bola dan kehidupannya banyak yang dilewatkannya, namun dia mengklaim dirinya tidak akan pernah bisa meninggalkan Stadion Olimpico.

Hilangnya kesempatan bermain di Premier League atau merasaka atmosfer permainan di El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid merupakan penyesalan bagi pemain internasional Italia tersebut.

De Rossi, yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-34 pada bulan Juli, adalah pemain satu klub yang telah bermain untuk Roma sejak tahun 2001.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Kontraknya akan berakhir pada akhir musim, dengan Chelsea yang di bawah asuhan Antonio Conte tertarik untuk mendatangkannya, meski sudah berkepala tiga.

Pemain internasional Italia tersebut belum mengkonfirmasi rencana masa depannya, namun mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Undicimagazine bagaimana dia berharap dia bisa mengambil kesempatan untuk meninggalkan Roma, karena akan menyakitinya untuk meninggalkan tim Serie A itu.

“Kontrak saya adalah sesuatu yang cepat atau lambat saya harus hadapi dengan klub, tapi saya tidak memikirkannya sekarang dan saya juga memutuskan untuk tidak membicarakannya,” kata pemain kelahiran Roma, De Rossi.

“Saya telah memutuskan bahwa saya ingin terus bermain untuk sementara waktu, tanpa diragukan lagi, 100 persen. Saya mungkin telah mempertimbangkannya [pensiun] jika saya terus mengalami cedera seperti yang saya lakukan tahun lalu, meluangkan waktu untuk berkeliling dunia dengan keluarga.”

“Satu-satunya penyesalan saya saat bertahan di Roma adalah saya tidak pernah merasakan atmosfer di negara lain, seperti di Inggris atau Spanyol, di luar stadion, saya ingin tahu bagaimana cara tinggal di tempat lain.”

“Ini terasa menyakitkan kehilangan pengalaman bermain di laga Real Madrid-Barcelona, atau bermain di stadion terindah di Inggris. Setidaknya begitulah saya melihatnya. Pada usia 33 tahun, saya telah mencapai kesadaran bahwa saya belum pernah memenangi piala atau melakukan perjalanan sebanyak itu.”

“Ini paradoks karena saya memenangkan [Piala Dunia] pada usia 22 tahun.”