BerandaInternasionalDebut Jurgen Klopp Bersama Jerman Hanya Berakhir...

Debut Jurgen Klopp Bersama Jerman Hanya Berakhir Imbang, Tapi Ada Sinyal Menarik!

Debut Jürgen Klopp bersama Timnas Jerman tidak berakhir dengan kemenangan. Ada satu sinyal menarik yang dibawa pulang dari Amsterdam.

Jerman bermain imbang 1-1 melawan Belanda pada pertandingan pertama UEFA Nations League. Felix Nmecha membawa Die Mannschaft unggul pada menit ke-32, sebelum Cody Gakpo menyelamatkan tuan rumah lewat gol pada menit 90+2.

Marc-André ter Stegen berdiri di bawah mistar, dengan Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck menjadi pasangan bek tengah. Philipp Treu serta Nathaniel Brown melengkapi empat pemain di lini belakang.

Joshua Kimmich mengenakan ban kapten dan berduet dengan Nmecha di tengah lapangan. Nadiem Amiri bergerak di depan mereka, sementara Kevin Schade dan Karim Adeyemi bermain dari sisi sayap untuk menopang Kai Havertz sebagai penyerang tunggal.

Jerman memulai laga dengan agresif. Penguasaan bola Belanda beberapa kali berhasil direbut kembali. Oranje bahkan kesulitan membangun permainan pada menit-menit awal.

Belanda tetap mendapatkan peluang pertama. Quinten Timber melepaskan tembakan pada menit ke-11, tetapi bola melenceng dari tiang. Sesaat kemudian, Virgil van Dijk hampir membuka keunggulan melalui sundulan dari situasi sepak pojok.

Gol itu tidak bertahan.

VAR menemukan pelanggaran dalam proses terjadinya gol sehingga dianulir pada menit ke-12.

Havertz Harus Pergi Lebih Awal

Permainan kemudian berubah.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan anda!

Belanda mulai menemukan ruang dan menekan Jerman di wilayah pertahanannya. Duel-duel keras di lini tengah membuat pertandingan berkembang menjadi pertarungan yang lebih terbuka.

Klopp harus melakukan pergantian pemain lebih cepat dari rencana. Sekitar menit ke-30, Younes Ebnoutalib masuk untuk menjalani debut internasionalnya, menggantikan Havertz yang tidak mampu melanjutkan pertandingan setelah menerima tekel keras.

Sang debutan langsung memberi warna.

Ebnoutalib memaksa Bart Verbruggen melakukan penyelamatan melalui tembakan dari sudut sempit pada menit ke-31. Hanya semenit kemudian, gawang Belanda justru bergetar.

Umpan silang Treu diselesaikan Nmecha dari jarak dekat. Jerman memimpin 1-0.

Adeyemi hampir menggandakan keunggulan tujuh menit berselang. Brown memberikan umpan kepadanya, tetapi penyelesaian akhirnya melambung di atas mistar.

Belanda belum menyerah.

Crysencio Summerville membuang peluang lewat sundulan bebas pada menit ke-41. Micky van de Ven kemudian melepaskan tembakan mendatar dari sudut sempit semenit berselang.

Tekanan itu belum berhenti. Kesalahan ter Stegen membuka peluang untuk Gakpo pada menit ke-43. Kali ini penjaga gawang Jerman menebus kesalahannya dengan penyelamatan spektakuler.

Ter Stegen dan Malam Panjang di Amsterdam

Babak kedua menjadi ujian yang lebih berat.

Belanda terus bergerak maju. Jerman berusaha merespons dengan segera mengalirkan bola ke area sayap setiap kali berhasil merebut penguasaan.

Denzel Dumfries mendapat peluang pada menit ke-54 melalui sundulan, tetapi bola masih melewati mistar. Oranje tetap memegang kendali permainan, meski Jerman menyimpan ancaman lewat serangan balik.

Schade hampir memperbesar keunggulan. Tembakannya berhasil ditepis, tetapi Adeyemi gagal memanfaatkan bola muntah pada menit ke-59.

Lalu ter Stegen beraksi!

Ia menggagalkan peluang Dumfries dalam situasi satu lawan satu pada menit ke-60. Dua menit kemudian, setelah bola bergerak liar di dalam kotak penalti, kiper Jerman kembali melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Meerdink dari jarak dekat.

Klopp kembali mengubah komposisi tim. Nmecha dan Schade ditarik keluar pada menit ke-64 untuk memberi ruang kepada Anton Stach dan Chris Führich.

Belanda terus datang mengepung.

Meerdink sebenarnya mendapat kesempatan emas pada menit ke-65 setelah Dumfries menemukan ruang di sisi kanan. Ter Stegen sudah dikalahkan, tetapi penyelesaian Meerdink justru bergulir melebar dari gawang yang terbuka.

Jerman masih memiliki peluangnya sendiri. Serangan balik pada menit ke-70 membuat Treu dan Adeyemi berada dalam posisi menjanjikan, tetapi keduanya gagal melepaskan tembakan.

Dua menit kemudian, Verbruggen harus melakukan sapuan terakhir untuk menghentikan Ebnoutalib yang bergerak menuju kotak penalti.

Meerdink kembali berhadapan dengan ter Stegen pada menit ke-73. Lagi-lagi kiper Jerman menang. Refleksnya mengalihkan bola dari jalur berbahaya.

Yannik Engelhardt kemudian mencatatkan debut internasionalnya. Ia masuk bersama Serge Gnabry untuk menggantikan Amiri dan Adeyemi.

Jerman nyaris mengakhiri pertandingan.

Ebnoutalib hanya berjarak beberapa sentimeter dari gol keduanya ketika sundulannya menyambut umpan Treu pada menit ke-84. Ter Stegen kemudian kembali melakukan penyelamatan, kali ini terhadap tembakan jarak jauh Ruben van Bommel.

Malam itu akhirnya berubah.

Pada menit 90+2, Gakpo menemukan celah yang tidak mampu ditutup Jerman. Ter Stegen kali ini tidak berdaya.

Skor 1-1 bertahan hingga akhir.

Sebuah Awal, Bukan Jawaban

Debut Klopp bersama Jerman berakhir tanpa kemenangan. Nmecha sempat memberikan fondasi yang menjanjikan, sementara ter Stegen berkali-kali menjaga keunggulan agar tidak runtuh lebih cepat.

Belanda akhirnya menemukan jalan pada detik-detik terakhir.

Ada banyak pekerjaan yang masih terbentang. Ada pula tanda-tanda bahwa era baru Jerman bersama Klopp belum selesai mencari bentuknya.

Satu laga memang belum cukup untuk membaca seluruh arah sebuah entitas. Tetapi di Amsterdam, Jerman sudah memperlihatkan satu hal yang paling penting dalam sepak bola: bahkan ketika kemenangan berada begitu dekat, pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit terakhir berbunyi.

BERITA TERKAIT

Hadi Bashori
Hadi Bashorihttps://gilabola.com/author/hadi-bashori/
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia sepak bola, berpengalaman menulis di berbagai media nasional dan regional sebelum akhirnya menjadi jurnalis tetap di Gilabola.com. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Dengan keahliannya dalam mengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif melalui buku-buku karyanya.

TERKINI