Dele Alli Cetak Gol Salto Dalam Kemenangan 4-0 Tottenham di Liga Europa Tadi Malam

Gilabola.com – Memangnya cuma Olivier Giroud saja yang bisa cetak gol salto? Dele Alli membuktikan sepakan akrobatik juga bisa dilakukan olehnya pada laga Kamis dinihari (25/2), dengan hasil Liga Europa usai 4-0 bagi kemenangan Tottenham Hotspur.

Dele Alli, pemain yang sempat selama berminggu-minggu diragukan kontribusinya pada tim oleh sang manajer Jose Mourinho, mencatatkan kenangan manis dalam kemenangan 4-0 atas Wolfsberger, agregat 8-1. Ia bukan saja mencatatkan dua assist tapi juga mencetak sebuah gol indah dalam pertandingan tadi malam.

Itu merupakan sebuah momen saat jam pertandingan mendekati menit 10. Tiga pemain Spurs ada di dalam kotak penalti melakukan serangan tapi mereka sedikit terhambat oleh posisi bola dan empat atau lima pemain Wolfsberger. Bola kemudian disodorkan kepada Dele Alli, yang dengan cepat meneruskannya ke Matt Doherty di sisi kanan, sebelum bola kembali kepadanya. Dan sang pemain Inggris itu memamerkan sebuah pengendalian bola, sebelum menyepaknya dengan gerakan salto dan menjadi gol pertama Tottenham Hotspur tadi malam. Lihat fotonya di atas dan cuplikan di bawah ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Tiga gol lainnya dilesakkan berturut-turut oleh Carlos Vinicius menit 50, Gareth Bale menit 73 yang merupakan sebuah gol hanya dalam waktu empat menit saja sejak dimasukkan sebagai pengganti untuk Erik Lamela, sebelum Carlos menambahkan gol keempatnya pada selang tujuh menit sebelum peluit akhir ditiup.

Sebenarnya musim 2020/21 ini berlangsung secara baik dengan Alli terlibat dalam delapan gol Spurs (lima gol dan tiga assist) dari delapan laga perdana di bawah asuhan Jose Mourinho. Tapi sang manajer Portugal memulai memercikkan api konflik dengan menuding sang bintang Inggris terlalu malas dalam sesi-sesi latihan.

Kini nasib Mourinho, yang dalam ancaman pemecatan setelah membawa Spurs terpuruk ke posisi kesembilan di papan klasemen Liga Inggris, bisa bergantung pada Dele Alli. Tapi itu hanya bisa terjadi jika sang pemain diberi porsi jauh lebih banyak dalam pertandingan Premier League.

Pertandingan Liga Europa ini tumben-tumbenan dilakukan pada Kamis dinihari (25/2), sementara laga-laga lainnya untuk kompetisi kasta kedua Eropa itu berlangsung Jumat dinihari. Hal ini disebabkan Arsenal pada hari yang sama akan melangsungkan laga Liga Europa mereka dan sesuai ketentuan dari UEFA, tidak mungkin ada dua pertandingan pada hari yang sama di kota yang sama. Itu bukan saja menyangkut masalah keamanan, dengan pihak Polisi Metropolitan London, kesulitan menjaga dua kelompok fans yang bisa saja berkumpul di luar stadion masing-masing, tapi juga masalah jadwal televisi yang bentrok untuk para penonton Inggris.