Gilabola.com – Marcus Rashford mencetak dua gol untuk membawa Aston Villa ke semifinal Piala FA. Penyerang Inggris itu membuka keunggulan sebelum menggandakan skor melalui eksekusi penalti.
Saat banyak yang mengira musim mereka sudah berada di titik nadir, kini Manchester United harus menyaksikan mantan bintang akademi mereka yang terbuang justru membawa Aston Villa selangkah lebih dekat ke final Piala FA.
Rashford seolah dipaksa keluar dari Old Trafford ketika ia dipinjamkan ke Villa pada jendela transfer musim dingin. Sejak saat itu, pemain berusia 27 tahun ini berhasil merebut kembali tempatnya di tim nasional Inggris dan mencetak gol pertamanya sejak 1 Desember untuk menyingkirkan Preston dan memastikan tempat Villa di empat besar. Hal ini juga menjamin skuad Unai Emery setidaknya satu kali bertandang ke Wembley musim ini.
Saat banyak yang menganggap karier Rashford sudah di ujung jalan, Emery justru melihatnya sebagai pemain yang mampu menciptakan momen krusial untuk mengubah jalannya pertandingan.
Dalam sebagian besar pertandingan, Rashford dan sesama pemain pinjaman, Marco Asensio, mungkin tampak seperti penonton di lapangan, hingga mereka menunjukkan keajaiban yang pernah membuat mereka menjadi salah satu penyerang paling mematikan di Eropa pada masanya. Rashford kini mengoleksi dua gol dan empat assist untuk Villa, sementara Asensio mencetak tujuh gol. Beginilah cara pemain pinjaman memberi dampak instan bagi tim.
Meskipun banyak yang mempertanyakan keputusan Ruben Amorim, pelatih Manchester United, dalam menangani Rashford, pertandingan ini menjadi milik Villa sepenuhnya. Dengan laga perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain yang menanti, serta satu pertandingan di Wembley, musim ini bisa menjadi yang paling berkesan bagi klub sejak mereka mengangkat trofi Liga Champions pada 1982.
Setelah babak pertama yang berakhir tanpa gol, Rashford menyelesaikan sebuah serangan apik menjelang satu jam pertandingan dan mengeksekusi penalti lima menit kemudian. Jacob Ramsey menambah gol ketiga dengan 19 menit tersisa. Dengan kecerdikan Emery dalam kompetisi piala dan kedalaman skuad mereka, tidak ada tim yang ingin menghadapi Villa di semifinal.
Menyadari besarnya peluang ini, Emery menurunkan susunan pemain terbaiknya, termasuk Rashford dan Asensio sejak awal. Di lini belakang, Villa sempat mengalami momen berbahaya ketika Lucas Digne salah mengoper bola ke Ezri Konsa, memberi kesempatan bagi Will Keane untuk mencari penalti setelah kontak dengan Youri Tielemans. Namun, wasit Chris Kavanagh tak menggubris permintaan tersebut.
Dalam suasana pertandingan yang diwarnai suara letupan balon yang memenuhi lapangan, Rashford melepaskan tendangan bebas tepat ke arah Dai Cornell—kiper cadangan yang menggantikan Freddie Woodman yang cedera—sementara Konsa gagal memanfaatkan umpan Asensio meski berada dalam posisi bebas enam meter dari gawang.
Ketika Asensio bermain, Morgan Rogers bergeser ke sisi kanan meskipun ia sebenarnya lebih nyaman bermain di tengah. Pemain internasional Inggris itu dijaga ketat di babak pertama, dengan Lewis Gibson berhasil mengawalnya saat ia mencoba menusuk ke dalam kotak penalti.
Digne membuang peluang tendangan bebas lainnya sebelum Preston mendapatkan peluang terbaik mereka. Emi Martinez gagal mengantisipasi umpan silang Robbie Brady, bola kemudian disundul kembali oleh Mads Frokjaer ke tengah, tetapi Stefan Thordarson menyia-nyiakan peluang emas itu meski Martinez sudah tak berada di posisi ideal.
Di sisi lain, Konsa kembali menyia-nyiakan peluang sundulan, kali ini dari umpan Rashford.
Rashford hampir membuka keunggulan lebih awal di babak kedua saat serangan Preston gagal dan Villa memiliki skenario tiga lawan dua. Rogers memilih mengumpan ke Rashford daripada Asensio, tetapi Rashford gagal memaksimalkan dua peluang emas dari dalam kotak penalti.
Namun, Rashford akhirnya tak menyia-nyiakan kesempatan berikutnya sesaat sebelum satu jam pertandingan. Setelah kombinasi apik di lini tengah, Ramsey mengoper ke Digne yang langsung mengirim umpan ke Rashford. Tanpa ragu, Rashford melepaskan tembakan satu sentuhan yang memastikan Villa unggul.
Tak lama setelah itu, Rashford hampir menciptakan peluang lainnya dengan aksi individu luar biasa dan umpan silang ke Rogers, tetapi Jayden Meghoma melakukan penyelamatan heroik di garis gawang.
Villa kemudian memastikan kemenangan mereka. Andrew Hughes menjatuhkan Rogers di dalam kotak penalti, dan meskipun Asensio menjadi eksekutor penalti terakhir Villa, kali ini ia menyerahkan tugas tersebut kepada Rashford. Dengan langkah tenang, Rashford mengecoh Cornell dan membuat Villa unggul nyaman.
Gol Ramsey yang dieksekusi dengan presisi semakin mengunci kemenangan Villa. Rashford, yang digantikan oleh Ollie Watkins, kehilangan kesempatan untuk mencetak hat-trick. Namun, ia kini bisa menatap laga penting melawan Brighton pada hari Rabu dengan penuh percaya diri—sebuah laga yang berpotensi menentukan peluang Villa untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Dengan kedalaman lini serang Villa yang begitu mengerikan, Rashford bahkan mungkin tidak akan menjadi starter di laga selanjutnya. Ini tentu menjadi kabar buruk bagi lawan-lawan mereka, tetapi berita yang menggembirakan bagi para pendukung Villa.