Site icon Gilabola.com

Diego Simeone Ejek Lamine Yamal Saat Atletico Madrid Gilas Blaugrana 4-0

Diego Simeone - Lamine amal

Atletico Madrid tampil dominan dan menundukkan Barcelona dengan skor telak 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Kemenangan di kandang ini tidak hanya menempatkan tim ibu kota di ambang final, tetapi juga diwarnai momen sindiran Diego Simeone kepada Lamine Yamal serta kontroversi VAR yang memicu kekecewaan kubu tamu.

Empat gol Atletico lahir seluruhnya pada babak pertama. Satu gol bunuh diri Eric Garcia membuka jalan, sebelum Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez menambah penderitaan Barcelona. Skor 4-0 menjadi pukulan keras bagi tim tamu yang kesulitan keluar dari tekanan sejak awal laga.

Sindiran Simeone dan Ledakan Babak Pertama

Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika Lookman mencetak gol ketiga. Diego Simeone terlihat mengangkat tiga jari ke arah Lamine Yamal yang masih berusia 18 tahun. Pelatih asal Argentina itu kemudian berlari menyusuri tepi lapangan untuk merayakan gol dalam atmosfer yang penuh emosi.

Momen saat Diego Simeone Sindir Lamine Yamal

Atletico memang tampil jauh lebih efektif. Mereka memanfaatkan setiap celah yang terbuka dan menekan Barcelona tanpa henti. Dengan keunggulan empat gol, peluang menuju final terbuka lebar, kecuali jika Barcelona mampu membalikkan keadaan secara dramatis pada leg kedua bulan depan. Jika lolos, Atletico akan menghadapi Real Sociedad atau Athletic Bilbao di partai puncak.

Bagi Atletico, trofi Copa del Rey akan menjadi gelar pertama sejak menjuarai LaLiga pada 2021.

VAR Delapan Menit dan Kekecewaan Barcelona

Frustrasi Barcelona semakin bertambah ketika gol yang dicetak Pau Cubarsi dianulir setelah pemeriksaan VAR selama delapan menit. Awalnya bola sempat masuk ke gawang lewat situasi kemelut, namun akhirnya diputuskan offside.

Penundaan panjang itu terjadi karena teknologi semi-automatic offside mengalami gangguan akibat kepadatan pemain di kotak penalti. Wasit akhirnya harus menarik garis secara manual sebelum mengambil keputusan.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku tidak puas dengan performa timnya maupun keputusan tersebut. Ia menyebut timnya tidak bermain sesuai harapan pada babak pertama. Flick juga mempertanyakan keputusan offside, meski mengakui harus menerimanya.

Kekalahan ini menjadi yang terburuk bagi Flick sejak masa kepelatihannya di level amatir 21 tahun lalu.

Barcelona setidaknya memiliki alasan bahwa mereka tampil tanpa sejumlah pemain penting seperti Raphinha, Gavi, Pedri, Marcus Rashford, dan Andreas Christensen.

Modal Percaya Diri Atletico

Kemenangan ini memberi suntikan kepercayaan diri bagi Atletico, terutama menjelang lanjutan musim dan kampanye Liga Champions mereka. Saat ini mereka tertinggal 13 poin dari Barcelona dalam perburuan gelar LaLiga dan akan menghadapi Club Brugge pada babak play-off Liga Champions bulan ini.

Performa Atletico musim ini terbilang naik turun. Dalam beberapa laga terakhir mereka sempat mengalahkan Mallorca 3-0, Barcelona 4-0, dan Real Betis 5-0. Namun mereka juga pernah kalah dari Betis, tumbang dari Bodo/Glimt, serta ditahan imbang Galatasaray dan Levante.

Salah satu faktor penting kebangkitan terbaru mereka adalah kehadiran Ademola Lookman. Pemain asal Nigeria itu didatangkan dari Atalanta dengan nilai transfer 30,3 juta pound atau sekitar Rp600 miliar. Sejak bergabung bulan ini, ia sudah mencetak dua gol dan menyumbang dua assist dalam tiga pertandingan.

Simeone menilai Lookman memiliki karakter berbeda dibanding pemain lain dalam skuadnya, terutama dalam situasi satu lawan satu. Ia juga memuji fleksibilitas sang pemain yang bisa ditempatkan di beberapa posisi dan memberi dampak cepat bagi tim.

Dengan kemenangan telak ini, Atletico tidak hanya mengirim pesan kuat ke Barcelona, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka masih layak diperhitungkan di berbagai kompetisi musim ini.

Exit mobile version