Diego Simeone Tidak Sabar Lakoni Final Liga Europa

Diego Simeone melihat adanya persamaan antara Atletico Madrid dengan Marseille yang jadi lawannya di final Liga Europa.
Berita Terkini - Diego Simeone melihat adanya persamaan antara Atletico Madrid dengan Marseille yang jadi lawannya di final Liga Europa.

Gilabola.com – Diego Simeone melihat adanya persamaan antara Atletico Madrid dengan Marseille yang jadi lawannya di final Liga Europa.

Los Rojiblancos sukses menyingkirkan satu wakil Inggris, Arsenal dengan meraih imbang 1-1 di Emirates dan menang satu gol tanpa balas di Wanda Metropolitano pada leg kedua.

Dengan satu tiket ke babak final, Atleti akan berjumpa anak asuh Rudy Garcia di Lyon, Kamis (17/05) pekan depan.

Final nanti akan jadi final pertama bagi Marseille sejak dikalahkan Valencia di Piala UEFA 2004, sebelum berubah nama jadi Liga Europa.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sedangkan bagi Atleti, final nanti akan jadi final ketiga setelah memenangkannya di 2010 bersama Quique Sanchez Flores dan 2012 bersama Diego Simeone.

Sadar kedua klub sama-sama haus akan trofi bergengsi, pelatih asal Argentina ini melihat ada kesamaan antara Atletico Madrid dengan Marseille.

“Laga final nanti akan jadi pertandingan yang sengit,” ucap Simeone pada konferensi pers pertandingan kontra Getafe, akhir pekan ini.

“Nanti akan jadi final yang sangat bagus dan permainan sepak bolanya akan serupa sebab kami sama-sama memainkan permainan langsung dan solid di belakang.”

“Sampai sekarang, kami mampu bersaing dengan baik. Ini membuat saya bersemangat untuk melihat tim bermain di babak final.”

Nama Rudy Garcia bukan pelatih yang mudah diremehkan sebab ia mampu membawa AS Roma duduk di peringkat kedua pada musim 2013/14 dan 2014/15.

Sedangkan di Liga Perancis Garcia pernah membawa Lille jadi juara Piala Perancis dan Liga Perancis di 2010/11. “Kami akan melawan tim yang bermain baik dan mempunyai pelatih yang mumpuni,” tambah Simeone.

“Saya rasa [Rudy Garcia] mampu meraih kesuksesan dengan semua tim yang ia latih. Dia membuat timnya bermain sesuai keinginan.”

“Semua babak final sama pentingnya dan saya sangat senang dan bersemangat untuk beradu taktik dengan pelatih seperti dia.”