Dipermalukan Italia, Pelatih Armenia Ingin Mundur

Dipermalukan Italia, Pelatih Armenia Ingin Mundur

Gilabola.com – Pelatih Timnas Armenia, Abraham Khashmanyan telah menawarkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah kalah 9-1 atas Italia.

Timnya kalah pada babak kualifikasi terakhir Grup J Euro 2020, dimana kekalahan tersebut adalah pertandingan keduanya sebagai manajer Timnas. Abraham Khashmanyan adalah pelatih ketiga Timnas Armenia selama babak kualifikasi Euro 2020.

Dia ditunjuk baru beberapa minggu lalu dan melakukan debutnya dalam kekalahan 1-0 atas Yunani di kandang sendiri. “Pertandingan malam ini (melawan Italia) sayangnya mencerminkan citra sepakbola kami sekarang,” tegas Khashmanyan dalam konferensi persnya.

“Dari saat saya mengambil pekerjaan ini, saya mengatakan bahwa ini akan tugas yang sangat berat. Saya bertanggung jawab, itu semua salah saya. Kami datang ke sini tanpa membawa begitu banyak bakat kami.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Jika Federasi Sepakbola negara menganggap itu salah saya, maka saya bisa mengundurkan diri besok. Jika tidak, jika Federasi memutuskan bahwa saya harus melanjutkan pekerjaan saya, maka saya harus benar-benar mengubah tim ini, karena menurut saya tidak ada yang berfungsi sebagaimana mestinya.”

“Sayangnya, kami tidak melakukan apa-apa hari ini. Tidak banyak yang bisa dikatakan setelah kekalahan seperti itu. Saya hanya berbicara kebenaran.”

Armenia kalah, Italia pecahkan rekor

Menyusul kemenangan besar Italia hari Selasa di Palermo, skuad asuhan Roberto Mancini telah memecahkan lebih banyak rekor. Gli Azzurri kini mencatat lebih banyak kemenangan dalam satu tahun kalender daripada tim lainnya.

Rekor sebelumnya mencapai sembilan kemenangan ditetapkan pada 1990, 1994, 2000 dan 2003, tetapi kemenangan kali ini telah membuat Italia meraih 10 kemenangan di 2019.

Pada malam ini, hanya Italia dan Belgia yang menyelesaikan babak penyisihan grup dengan rekor kemenangan 100 persen di kualifikasi Euro 2020.

Hanya Belgia dan Inggris, masing-masing dengan +32 dan +27, memiliki selisih gol yang lebih baik daripada Italia (+25) memasuki pertandingan babak kualifikasi terakhir ini, tetapi Gli Azzurri kini membukukan +33 selisih gol.

Italia juga telah memenangkan 11 pertandingan berturut-turut, rekor sepanjang masa lainnya, dan dalam beberapa hari lalu Mancini telah memecahkan rekor lama sembilan kemenangan beruntun Vittorio Pozzo  yang dicatatkan pada 1938-39.