Disingkirkan ke Lyon, Paqueta Tetap Berterima Kasih kepada Milan

Paqueta Tetap Berterima Kasih Terhadap Milan

Gila Bola – Gelandang asal Brazil, Lucas Paqueta mengungkapkan dirinya tidak pernah memiliki rasa dendam dan bahkan tetap berterima kasih kepada AC Milan meski mantan klubnya itu melepasnya ke Lyon di jendela transfer musim panas kemarin.

Sempat digadang-gadang sebagai calon bintang baru Brazil di AC Milan, Lucas Paqueta ternyata gagal menjadi sosok penting bagi klub tersebut. Setelah dinilai kurang berkembang selama sekitar satu setengah musim di San Siro, sang pemain akhirnya di lepas pada bursa transfer musim panas yang lalu ke klub Prancis, Olympique Lyon.

Meskipun bisa dibilang disingkirkan dalam waktu yang relatif singkat dengan skuad Merah Hitam, namun Paqueta ternyata tidak memendam rasa marah ataupun kecewa yang besar terhadap mantan klubnya. Dalam wawancara yang di lakukan dengan L’Equipe, pemain asal Brazil tersebut mengungkapkan bahwa meski memang merupakan hal yang cukup menyakitkan, tetapi dia menganggap pengalamannya di Milan adalah sebuah pelajaran berharga.

Mantan geladang Flamengo merasa masa bermainnya di San Siro tetap merupakan bagian dari kehidupannya, meski memang bukan bagian terbaik. Karena itulah dia merasa lebih baik untuk tetap mensyukuri pengalaman yang dia alami ketimbang harus menyimpan dendam atau rasa kecewa yang berlebihan.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Bagi Paqueta sendiri, hal yang terpenting saat ini adalah berusaha menemukan kembali permainan sepak bolanya, yakni bermain dengan kegembiraan, seperti yag dia alami saat di Brazil. Sang gelandang merasa Lyon adalah tim yang tepat baginya untuk bisa kembali memainkan gaya bermain yang memang sangat dia sukai.

Memang sepertinya keinginan kuat dari Paqueta untuk tetap memainkan gaya main seperti yang dia lakukan di Brazil, disebut menjadi salah satu alasan kurang maksimalnya performa sang pemain dengan Milan. Sang gelandang dianggap kurang bisa beradatapsi dengan gaya permainan sepak bola di Eropa, terutama cara main dari skuad asuhan Stefano Pioli.

Kurang maksimalnya performa sang pemain bisa terlihat dai kontribusinya yang hanya mampu mengoleksi satu gol serta tiga assist dari sekitar 44 kali penampilanya dengan I Rossoneri. Sebuah angka yang memang dinilai kurang maksimal untuk gelandang yang sempat disebut bisa menjadi calon pengganti Kaka di Milan.