Dominan, Eh Kebobolan 5 Gol, Lima Pemain Shakhtar Paling Memalukan

Dominan, Eh Kebobolan 5 Gol, Lima Pemain Shakhtar Paling Memalukan

Gilabola.com – Tampil dominan dengan penguasaan bola 63 persen, Shakhtar Donetsk malah kebobolan lima gol dan menelan kekalahan memalukan pada babak semifinal Liga Europa di Merkur-Spiel Arena, Selasa (18/8) dinihari. Inilah daftar lima pemain Shakhtar paling bersalah dalam laga tersebut.

Shakhtar Donetsk datang dengan catatan mengagumkan: tiga kali lolos ke semi final Liga Europa sepanjang sejarah mereka. Tidak ada tim lain di luar lima liga elit Eropa yang pernah mencatatkan angka serupa. Tapi kebanggaan ini pupus dalam 90 menit setelah mereka kemasukan lima gol, dengan empat terjadi dalam rentang 20 menit terakhir babak kedua.

Padahal sejatinya skuad asuhan Luis Castro unggul dalam penguasaan bola, menguasai hingga 63 persen ball possessiontapi kesalahan mereka terletak pada sejumlah kesalahan individual yang bisa dimanfaatkan secara baik oleh anak-anak Antonio Conte.

Gol-gol Inter Milan semua berawal dari kesalahan umpan atau penguasaan bola para pemain juara Premier League Ukraina itu, yang berhasil dimanfaatkan Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku untuk mencetak gol. Bahkan tiga dari lima gol Nerazzurri berasal dari kesalahan para pemain Shakhtar. Sementara itu mereka juga kesulitan menembus pertahanan runner up Serie A tersebut dengan hanya satu tembakan tepat sasaran.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Andriy Pyatov  3: Kesalahan umpannya justru mengarah ke Nicolo Barella, yang meliuk-liuk dan kemudian mengirim umpan crossing untuk ditanduk Lautaro Martinez dan membuka keunggulan Inter Milan pada babak pertama. Sang kiper senior berusia 36 tahun itu dengan mudah kebobolan empat gol lainnya pada babak kedua.

Dodo 5: Menyerang dengan baik pada babak pertama tetapi kelelahan untuk paruh kedua permainan di Merkur-Spiel Arena ini, yang membuatnya mudah terlewati oleh kecepatan lari para pemain Inter Milan.

Sergey Krivtsov 4: Tampak baik-baik saja di babak pertama, Sergey Krivtsov
berantakan pada babak kedua. Dia sangat gugup dan rentan kesalahan untuk membuat para penyerang Inter leluasa membombardir gawang Andry Pyatov.

Davit Khocholava 5: Seperti rekan bek tengahnya, ia relatif kompeten selama 45 menit pertama, namun tak mampu menanggulangi kecepatan para penyerang Inter. Dia juga gagal mengejar Romelu Lukaku untuk gol kelima Nerazzurri.

Mykola Matviyenko 5: Mengirimkan umpan silang fantastis untuk Junior Moraes, tetapi satu-satunya peluang emas Shakhar tersebut berhasil mengarah tepat ke Samir Handanovic dan dihentikan tepat waktu. Itu adalah satu-satunya hal positif dari Mykola Matviyenko, yang juga bersalah dalam kebobolan lima gol timnya.

Taras Stepanenko 4: Shakhtar sangat dominan dalam hal penguasaan bola, tetapi gagal menciptakan peluang secara jelas. Dia bersalah atas gol ketiga runner-up Serie A itu karena kehilangan penguasaan bola di daerah pertahanannya sendiri.

Marcos Antonio 5: Kesulitan dalam menjaga para penyerang dan gelandang Inter. Meski membantu tim mengusai bola, tapi rentan saat terkena serangan balik.

Alan Patrick 5: Seperti Marcos Antonio dan Stepanenko, Alan Patrick menjaga bola dengan baik, tapi tidak menawarkan ancaman apapun kepada lini belakang Inter. Dia akhirnya ditarik pada babak kedua.

Marlos 6: Tampak berbahaya pada momen-momen tertentu tetapi akhirnya gagal menembus lini belakang Inter yang sangat solid, sementara juara Premier League Ukraina itu benar-benar kesulitan menciptakan peluang terbuka sepanjang laga.

Taison 6: Aksi dribel bolanya terkadang cukup mengganggu pertahanan Nerazzurri, tapi tak benar-benar efektif.

Junior Moraes 4: Sang pemain Brasil ini benar-benar terisolasi di lini depan. Ia sempat mendapatkan satu peluang terbuka di depan Samir Handanovic untuk menyeimbangkan skor dan mengembalikan permainan bagi Shakhtar, sayang dia membuang satu-satunya peluang timnya tersebut.

Manor Solomon 5: Menggantikan Alan Patrick satu jam dari permainan, tapi kesulitan menghasilkan dampak berarti.

Yevheniy Konoplyanka 4: Masuk menggantikan Marlos hanya untuk kehilangan bola dan membuat Lautaro Martinez mendapatkan bola di depan kotak sebelum mengirim assist untuk gol pertama Romelu Lukaku.