Dua Kali Tertinggal, Dua Kali Comeback: Luis Enrique Bangga dengan Mentalitas PSG

Paris Saint-Germain kembali menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi. Tertinggal dari Lille hingga memasuki masa tambahan waktu, PSG mencetak dua gol dalam empat menit untuk mengamankan hasil imbang 2-2.

Vitinha menjadi pemecah kebuntuan pada menit ke-91, sebelum kapten Marquinhos mencetak gol empat menit kemudian. Comeback tersebut membuat Luis Enrique kembali memuji daya juang anak asuhnya.

Pelatih PSG itu menyebut mentalitas untuk terus melawan hingga detik terakhir sudah menjadi ciri khas timnya dalam tiga tahun terakhir.

“Itulah ciri khas tim ini selama tiga tahun terakhir. Ketika semua orang mengira kami sudah tidak berdaya, kami memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan,” kata Luis Enrique.

Luis Enrique: PSG Layak Dapat Lebih

Luis Enrique merasa PSG sebenarnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik dari pertandingan melawan Lille. Namun, ia mengakui sepak bola tidak selalu berjalan sesuai harapan.

“Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari hasil ini, tetapi itulah sepak bola. Sepak bola tidak adil, Anda harus mencetak gol. Kami pantas mendapatkan satu poin ini,” ujar Luis Enrique.

Hasil tersebut juga menjadi comeback kedua PSG secara beruntun di awal Ligue 1 musim ini.

Pada pertandingan pembuka melawan Rennes, PSG lebih dulu berada dalam posisi sulit sebelum bangkit dan mengakhiri laga dengan skor 2-2. Ferran Torres, rekrutan baru klub, mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Secara hasil, PSG memang baru mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Namun Luis Enrique melihat sisi lain dari catatan tersebut.

Ia membandingkan hasil tandang ke Rennes dan Lille musim ini dengan pertandingan di tempat yang sama pada musim lalu. Menurutnya, PSG justru telah mengumpulkan satu poin lebih banyak dari dua laga tersebut.

“Kalian mungkin berpikir dua poin dari dua pertandingan tidak banyak, tetapi jika melihat hasil yang kami dapatkan tahun lalu di Rennes dan Lille, sebenarnya kami mendapatkan satu poin lebih banyak dari dua pertandingan tersebut,” kata Luis Enrique.

PSG Masih Jauh dari Kondisi 100 Persen

Meski tetap berusaha positif, Luis Enrique tidak menutup mata terhadap masalah yang masih dimiliki PSG.

Ia mengakui timnya perlu meningkatkan performa dan tampil pada level yang lebih tinggi. Namun, pertandingan melawan Lille juga memperlihatkan kemampuan PSG untuk terus berjuang sampai menit terakhir.

Hasil imbang tersebut membuat PSG belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir.

Situasi itu terjadi setelah mereka kalah dari Lens pada ajang Piala Super Prancis. Kekalahan tersebut datang hanya beberapa hari setelah PSG memenangkan Piala Super UEFA melawan Aston Villa.

Marquinhos juga menilai PSG masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik.

“Kami tahu kami masih jauh dari 100 persen,” kata Marquinhos kepada PSG TV.

Menurut sang kapten, tantangan PSG pada awal musim memang berat karena mereka langsung berhadapan dengan tim-tim yang juga menjadi pesaing dalam perebutan gelar.

“Di awal musim, kami bermain melawan para pesaing gelar. Ini tim-tim kelas atas, tim Liga Champions. Sulit, dan ketika kami tidak berada dalam kondisi 100 persen, itu terlihat dari hasilnya,” ujar Marquinhos.

Ia juga mengakui PSG masih membuat sejumlah kesalahan kecil yang dianggap wajar pada awal musim. Namun, kesalahan tersebut tetap harus diperbaiki melalui latihan dan evaluasi.

Opini

Dua hasil imbang beruntun jelas bukan awal musim yang ideal bagi PSG yang sedang mengejar gelar Ligue 1 keenam secara beruntun. Apalagi, tim sudah tiga pertandingan tanpa kemenangan.

Jadi, dua poin dari dua laga memang bukan catatan yang istimewa. Tetapi jika mentalitas comeback ini tetap terjaga ketika permainan mulai membaik, PSG punya fondasi yang cukup kuat untuk bangkit dari awal musim yang tersendat.

Laga berikutnya melawan Monaco di Parc des Princes akan menjadi ujian selanjutnya. Pertandingan itu juga menjadi laga Ligue 1 terakhir PSG sebelum mereka memulai kiprah di Liga Champions.