Emiliano Sala Dapat Prosesi Pemakaman Mengharukan

Emiliano Sala Dapat Prosesi Pemakaman Mengharukan

Emiliano Sala mendapatkan prosesi pemakaman mengharukan yang dihadiri ribuan pelayat. Pemain Nantes yang sejatinya akan memperkuat Cardiff City itu dilepas banyak orang untuk peristirahatan terakhirnya.

Manajer Cardiff City Neil Warnock terlihat ikut bergabung untuk mengucapkan perpisahan emosional bersama publik. Kampung sang pemain terlihat penuh sesak oleh pelayat yang juga merupakan penggemar Nantes yang datang jauh-jauh untuk menghormati Emiliano Sala.

Adik perempuan Emiliano Sala, Romina, telah memposting kalimat perpisahan menyentuh pada Instagram pribadinya sebelum pemakaman. Ia berbagi gambar sang saudara yang tengah tersenyum sambil menulis: “Semoga engkau mendapatkan banyak kedamaian wahai malaikat-Ku. Dirimu akan selamanya ada dihati kami.”

Pemakanan Sala sendiri bermula diadakan di San Martin, tempat klub sepak bola awalnya bermain sebagai seorang pemuda, sebelum upacara pemakaman kemudian dilakukan di sore hari. Ribuan penduduk Progreso bergantian meletakkan bunga di peti mati sang pemain. Mereka memberikan penghormatan terakhir sepanjang perjalanan.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Keluarga Emiliano Sala dan teman-teman dekatnya kemudian ikut mendatangi sebuah layanan krematorium di ibukota Provinsi Santa Fe. Manajer Neil Warnock terlihat ikut bergabung untuk mengucapkan selamat tinggal pada sang pemain berusia 28 tahun itu.

Emiliano Sala berpulang untuk tegaskan pentingnya sebuah keluarga

Warnock bergabung dengan Direktur Eksekutif klub, Ken Choo, sebagai bagian dari delegasi club untuk menghadiri pemakaman di kota Progresso di Provinsi Argentina. Bek Nicolas Pallois (Nantes) juga membuat hadir bersama Sekjen Loic Morin.

Nicolas Pallois bahkan tak sungkan membantu membawakan peti mati bersama saudara Emiliano Sala, Dario. Warnock lantas mengatakan melalui Sunday Mirror: “Masih sangat sulit duka ini bagi semua orang, tapi tidak lebih berat daripada rasa kehilangan yang dialami oleh Mercedes, Romina, dan saudara lainnya.”

“Kalian semua benar-benar tidak dapat memahami emosi dari keluarganya, tetapi semuanya menjadi satu bagian saat ini untuk menghormati kepergian dirinya. Seluruh desa kini menjadi satu hati dan saya pikir itu menegaskan kembali kepada Anda betapa pentingnya sebuah keluarga,” pungkas sang manajer dengan penuh rasa haru.