Empat Gol Swiss vs Gibraltar Dicetak Oleh Deretan Pemain Non Pribumi

Empat Gol Swiss vs Gibraltar Dicetak Oleh Deretan Pemain Non Pribumi

Empat gol tuan rumah pada pertandingan Swiss vs Gibraltar hari Minggu (8/9) dicetak oleh deretan pemain non pribumi.

Tidak bermaksud rasis, tapi ini merupakan sebuah kenyataan dunia modern. Swiss berada tepat di tengah-tengah benua Eropa yang berkulit putih dan mewakili citra khas benua biru itu, tapi lebih dari 70% komposisi pemain tim negara itu terdiri dari pemain-pemain non pribumi. Dari empat gol Rossocrociati atas Gibraltar pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020 hari Minggu, keempatnya dicetak pemain dengan nama-nama khas imigran. Mereka adalah Denis Zakaria, Admir Mehmedi, Ricardo Rodriguez dan Mario Gavranovic.

Empat Gol Swiss vs Gibraltar, Keempatnya Non Pribumi

Denis Zakaria mencetak gol pertama tuan rumah pada laga Swiss vs Gibraltar pada menit 37. Zakaria berkulit hitam. Berawal dari sebuah sepak pojok oleh Granit Xhaka, seorang pemain imigran lainnya yang merumput di Arsenal, Zakaria menyundul bola dengan mudahnya ke gawang lawan. Zakaria anak dari ayah Kongo dan ibu Sudan, tapi lahir di Jenewa Swiss sehingga berhak mewakili negara itu. Pada hari-hari umumnya ia merumput di Bundesliga, membela Borussia Moenchengladbach sebagai seorang gelandang bertahan. Lihat golnya.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Admir Mehmedi kemudian menggandakan keunggulan Rossocrociati dengan golnya pada menit 43. Ia memanfaatkan sebuah umpan silang lambung dari Fabian Schaer dan menanduknya ke gawang yang kosong. Tak ada reaksi dari kiper Gibraltar. Mehmedi bahkan lebih non-pri lagi dibandingkan Zakaria karena merupakan keturunan orang Albania dan lahir di negara Yugoslavia (yang sekarang sudah tercerai berai berdasarkan etnis dan agama menjadi sejumlah negara kecil seperti Serbia, Bosnia, Kroasia dan sebagainya, termasuk Kosovo yang mayoritas Albania). Lihat golnya.

Gol ketiga juga dicetak oleh pemain yang tidak memiliki nama khas Swiss. Ricardo RodrĂ­guez lahir di Zurich dari ayah Spanyol dan ibu Chile. Gol ketiga ini terjadi melalui sebuah sepak pojok yang dibersihkan setengah hati. Pukulan kiper Gibraltar terhadap bola jatuh ke depan pemain berusia 27 tahun ini dan menyambarnya pada kesempatan pertama. Gol! Skor 3-0!

Gol keempat juga dilesakkan oleh pemain yang tidak berasal dari Swiss tapi lahir di Lugano, Mario Gavranovic. Kedua orang tuanya keturunan Kroasia.

Swiss Memang Negara Imigran

Swiss yang mungil itu memiliki populasi imigran yang sangat besar dari seluruh dunia dan itu tercermin dalam tim sepak bola nasional mereka. Nama-nama seperti Johan Djourou, Denis Zakaria, Gelson Fernandes dan Breel Embolo mengingatkan pada para imigran dari Afrika, selain sejumlah nama khas Turki seperti Eren Derdiyok, dan Bosnia melalui kehadiran Haris Seferovic.

Namun negara terbanyak menyumbang anggota skuad asuhan Vladimir Petkovic ini adalah Albania. Swiss dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 tadi malam melawan Gibraltar memiliki nama-nama seperti Xherdan Shaqiri, Granit Xhaka, Admir Mehmedi, Shani Tarashaj, Blerim Dzemaili dan Valon Behrami. Keenamnya keturunan Albania. Hanya 37% dari keseluruhan pemain timnas Swiss yang merupakan warga pribumi negara itu. Sisanya 73% adalah keturunan asing atau non pribumi.

Empat Gol Swiss vs Gibraltar Dicetak Oleh Deretan Pemain Non Pribumi