Enam Laga Paling Dramatis, Ada Barcelona, Real Madrid, Manchester City

Enam Laga Paling Dramatis, Ada Barcelona, Real Madrid, Manchester City

Gila Bola – Ada nama Barcelona, Real Madrid, Manchester City dan Tottenham Hotspur dan timnas Jerman dalam enam laga paling dramatis dalam sejarah sepak bola berikut ini.

Gol pada detik-detik terakhir, bangkit dari ketertinggalan tiga gol atau empat gol untuk berbalik menang adalah ciri-ciri enam laga paling dramatis berikut ini, dengan empat di antaranya terjadi di ajang Liga Champions, satu di Piala Dunia dan satu di Liga Inggris.

No 6, Real Madrid 4-1 Atletico Madrid, 25 Mei 2014

Sampai dengan menit ke-90 pertandingan seolah-olah Atletico Madrid akan merebut gelar juara Liga Champions pertamanya, berkat gol Diego Godin pada menit 36. Skor terjaga 0-1 untuk keunggulan anak-anak Diego Simeone. Namun kemudian terjadilah gol Sergio Ramos pada menit 93 perpanjangan waktu. Diawali oleh tendangan sudut oleh Luka Modric, Ramos menanduk bola ke sudut kanan bawah gawang, mengubah skor final di Estadio da Luz Lisbon Portugal itu menjadi 1-1. Perpanjangan waktu!

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Kemudian terjadilah tiga gol beruntun pada masa perpanjangan waktu. Yang pertama melalui sundulan kepala Gareth Bale menit 110 memanfaatkan umpan lambung dari Man of the Match pertandingan itu, Angel di Maria.

Setelahnya terjadilah gol kedua oleh Marcelo, menit 118, melalui sebuah aksi individu, seolah-olah akan mengumpan ke pemain Los Blancos lain tapi kemudian melepaskan serangan dari batas kotak penalti.

Lalu terjadilah bencana pada menit 120 perpanjangan waktu dengan Cristiano Ronaldo dijatuhkan di dalam kotak penalti. Ia sendiri maju sebagai eksekutor dan memastikan skor 4-1 untuk kemenangan Real Madrid.

Jika bukan karena skor 1-1 menit 93 oleh gol Sergio Ramos yang memaksakan perpanjangan waktu, entah bagaimana nasib Real Madrid.

No 5, Manchester City 3-2 Queen’s Park Rangers, 13 Mei 2012

Urutan kelima dari enam laga paling dramatis ini terjadi pada matchday terakhir musim 2011/2012, dengan semua pertandingan dilangsungkan pada jam yang sama. Manchester City butuh tiga poin guna menghindari kejaran Man United di urutan kedua klasemen, yang hanya kalah selisih gol.

Sang tamu Queen’s Park Rangers seolah-olah akan merusak pesta juara The Skyblues setelah unggul 2-1 sampai ke masa injury time. Anda harus melihat wajah-wajah putus asa suporter Manchester City. Air mata sudah mengalir, menyangka jagoan mereka akan kehilangan gelar juara pertamanya di era Premier League.

Di saat yang sama pasukan Sir Alex Ferguson sudah unggul 1-0 atas Sunderland berkat gol Wayne Rooney. Pertandingan mereka tandang di Stadium of Light sudah usai lebih awal beberapa menit dan para pemain The Red Devils menunggu di atas lapangan guna menerima trofi kemenangan.

Tapi pada menit 92 pemain Bosnia Edin Dzeko memberi harapan bagi Manchester City setelah mencetak gol melalui sundulan kepala. Skor 2-2!

Sisa tiga menit dan Manchester City masih tertinggal dua poin dari rival sekotanya, Manchester United. Lalu pada menit 93 terjadilah adegan yang akan dikenang selamanya oleh para suporter The Citizens. Sebuah bola umpan dari Mario Balotelli sampai ke Sergio Aguero dan setelah menghindari tekel lawan, sang bintang Argentina itu menembak sedikit di luar kotak penalti dan menghabisi kiper Queen’s Park Rangers. Skor 3-2! Stadion Etihad seolah-olah akan runtuh oleh suara gemuruh itu. Roberto Mancini berpelukan di pinggir lapangan.

Anda bisa melihat reaksi kedua tim Manchester itu yang digambarkan terjadi pada menit dan detik yang sama.

Namun para pendukung The Red Devils tidak akan mau melihat adegan yang satu berikut ini, saat para pemain Manchester United, Sir Alex Ferguson saling berpandangan satu sama lain. Tak menyangka hanya dalam waktu dua menit masa injury time The Skyblues membalikkan kekalahan 1-2 menjadi kemenangan 3-2.

Para pendukung Sunderland juga tidak memberi dukungan pada tamunya dengan bersorak gembira saat mendengar gol-gol dari Edin Dzeko dan kemudian Sergio Aguero terjadi. Anda bisa melihat reaksi di muka para pendukung Man United dan juga Sir Alex.

No 4, Brasil 1-7 Jerman, 8 Juli 2014

Siapa yang sangka tim sehebat Brasil akan dipermalukan dengan skor 1-7 oleh timnas Jerman? Kedua tim melaju ke partai puncak Piala Dunia 2014 dengan catatan tidak terkalahkan sehingga tak ada yang menyangka skornya akan menjadi 1-7.

Saking dominannya penampilan Die Mannschaft, bahkan ada empat gol yang terjadi dalam selang enam menit saja di pertengahan babak pertama. Belum lagi menit 30 skor sudah 0-5 untuk keunggulan Toni Kroos dan kawan-kawan.

Babak kedua menjelang akhir timnas Jerman menambahkan dua gol lagi, Andre Schurrle pada menit 69 dan 79. Skor 0-7. Mungkin kasihan, Oscar diberi kesempatan mencetak gol hiburan pada menit terakhir pertandingan. Ini laga Piala Dunia dan terjadi di final, bukan babak penyisihan grup. Rakyat seluruh negeri di Amerika Selatan itu menangis menyaksikan pahlawan mereka dibantai dengan skor memalukan pada contoh keempat dari enam laga paling dramatis dalam sejarah sepak bola.

Piala Dunia 2014 ini berlangsung di Amerika Selatan dan ada mitos yang mengatakan bahwa pemenang Piala Dunia akan selalu datang dari benua yang sama. Mungkin itulah yang menyebabkan David Luiz dan kawan-kawan lengah.

No 3, Ajax 2-3 Tottenham Hotspur, 8 Mei 2019

Tim yang penuh dengan pemain muda Ajax Amsterdam seolah-olah akan lolos ke final Liga Champions setelah unggul 1-0 dari leg pertama di kandang Tottenham. Pertandingan leg kedua dimulai dan dalam waktu lima menit Matthijs de Ligt mencetak gol sundulan kepala yang mengubah skor 2-0 agregat dan membuat stadion di Amsterdam itu penuh sorak sorai.

Selang 30 menit kemudian permainan kerjasama Ajax membuat para pemain Tottenham kebingungan. Alih-alih mengirim umpan ke pemain di depan gawang, bola justru dikirimkan umpan tarik ke Hakim Ziyech, yang mengirim bola ke sudut terjauh. Skor 3-0 agregat.

Namun begitu babak kedua dimulai, pemain Brasil Lucas Moura dengan cepat mencetak satu gol pada menit 55, memperkecil agregat 3-1. Itu merupakan serangan empat pemain Spurs lawan tiga pemain bertahan Ajax.

Hanya selisih beberapa menit saja Moura menambahkan gol keduanya malam itu. Gol kedua ini berawal dari sebuah kekacauan di depa gawang Andre Onana yang gagal dibersihkan secara cepat dan selayaknya. Lucas Moura memutar tubuhnya dan menembak di sela-sela delapan pemain Ajax di dalam kotak penalti dan gol! Skor 3-2 agregat!

Sebenarnya skor 3-2 masih cukup bagi De Joden untuk lolos ke final Liga Champions 2019. Tapi bencana terjadi pada masa detik-detik terakhir injury time. Umpan pendek jatuh ke depan Lucas Moura dan ia melepaskan tendangan mendatar yang menaklukkan kiper Andre Onana. Skor 3-3 agregat dan Tottenham Hotspur yang kala itu masih diasuh Mauricio Pochettino lolos berkat agresifitas gol tandang.

No 2, Liverpool 4-0 Barcelona, 7 Mei 2019

Pertandingan nomor dua dari enam laga paling dramatis dalam sejarah sepak bola, adalah ketika Liverpool memulai leg kedua semi final Liga Champions tahun 2019 dengan posisi tertinggal 3-0 dari Barcelona usai leg pertama. Tapi kemudian gol pertama datang dari Divock Origi pada menit ketujuh. Berawal dari pergerakan Sadio Mane di batas kotak penalti, bola diumpan ke Jordan Henderson. Berhasil ditepis oleh Marc-Andre ter Stegen, tapi bola muntah disambar oleh Origi. Skor 1-0.

Dua gol kemudian terjadi dari Giorginio Wijnaldum. Keduanya terjadi dalam selisih tiga menit. Yang pertama pada menit 54 didahului umpan silang Trent Alexander-Arnold dari sisi kanan, disambar pada kesempatan pertama oleh pemain Belanda tersebut. Gol keduanya malam itu menit 57 terjadi setelah Xherdan Shaqiri mengumpan lambung dari sisi kiri, dipantulkan oleh kepalanya jauh dari jangkauan kiper ter Stegen. Gol! Skor 3-0 dan agregat 3-3.

Lalu terjadilah insiden paling dikenang dari kemenangan Liverpool tersebut.ย Dalam sebuah situasi sepak pojok menit 78, bek kanan Trent Alexander-Arnold meninggalkan bola seolah-olah akan berganti peran dengan pemain lain. Hanya untuk berlari kembali dan mengambil tendangan sudut itu ke depan gawang. Divock Origi ada di sana untuk menyambar bola dan menyelesaikannya menjadi gol. Liverpool menang 4-0 dan 4-3 agregat. The Reds melaju untuk kemudian memenangkan trofi Liga Champions musim itu.

No 1, Barcelona 6-1 PSG, 8 Maret 2017

Ini adalah pertandingan yang tak boleh dilupakan siapa pun, bahkan jika Anda bukan pendukung Barcelona.ย Hanya sisa tiga menit lagi sebelum laga usai, Barca butuh tiga gol guna menyelamatkan mereka lolos ke Liga Champions putaran berikutnya.

Skuad Lionel Messi dalam posisi tertinggal 4-0 dari leg pertama di kandang PSG, dan kini laga leg kedua skor sudah 3-1 berkat tiga gol dari Luis Suarez, bunuh diri Layvin Kuruzawa dan Lionel Messi, serta satu gol balasan dari Edinson Cavani yang menjadikan agregat 3-5, tapi masih untuk keunggulan Paris Saint-Germain. Butuh tiga gol lagi untuk lolos ke perempat final.

Komentator sepak bola mana pun tidak akan berani mendukung Barca akan lolos. Editor media olahraga pasti sudah menyiapkan berita dengan judul “Breaking News: Barca tersisih.”

Tapi hal itu tidak terjadi, diawali oleh tendangan bebas cantik dari Neymar pada menit 88. Sepakan ke pojok kanan atas gawang itu menimbulkan harapan lolos. Skor agregat 4-5! Tapi sudah menit 88. Bisakah terjadi keajaiban? Terjadilah tendangan penalti menit 91! Neymar lagi yang maju sebagai eksekutor dan gol! Skor agregat 5-5. Penonton Camp Nou sudah bersorak seolah-olah mereka menang.

Pertandingan kemudian memasuki detik-detik terakhir pertandingan. Sebuah tendangan bebas cukup jauh di luar kotak penalti. Kiper Jerman ter Stegen ikut maju sampai ke dalam kotak. Bola serangan pertama berhasil dibersihkan tapi dikirimkan kembali ke dalam kotak oleh Neymar dengan kaki kirinya, tepat di depan gawang. Pemain muda Sergi Roberto bereaksi paling cepat menjebol gawang PSG. Skor 6-1 atau 6-5 agregat. Barca lolos ke perempat final. Laga ini kami pilih sebagai pertandingan paling dramatis dalam sejarah sepak bola.