Enam Tahun Absen, Begini Cara Karim Benzema Perbaiki Penampilannya untuk Timnas Prancis

Gilabola.com – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, akhirnya sudahi ‘pengasingan’ Karim Benzema di Euro 2020 setelah bintang Real Madrid itu absen enam tahun dari kancah internasional.

Ancaman yang didapatkan Les Bleus di putaran final ajang ini barangkali dianggap sangat besar, setelah mereka masuk ke dalam Grup F yang juga dihuni Portugal dan Jerman. Menurut BBC Sport, Deschamps mungkin harus bekerja ekstra keras karena hal ini, atau Benzema terlalu bagus untuk diabaikan.

Hal itu tentunya menimbulkan teka-teki taktis yang menarik bagi Deschamps, terutama mengenai bagaimana ia mengintegrasikan pemain papan atas lainnya ke dalam tim yang pernah memenangkan trofi Piala Dunia itu.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Timnas Prancis pun akan memulai perjuangan mereka di ajang Euro 2020 ini dengan menghadapi Jerman di Allianz Arena pada Rabu dini hari. Lalu, apa yang akan dibawa Benzema setelah sekian lama ia absen dari tim nasional, dan apa yang berubah?

Benzema Bersinar Setelah Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale Pergi

Channel Gilabola di Youtube

Selama enam tahun terakhir, penampilan Benzema alami perubahan. Dia berubah dari seorang penyerang yang bertindak sebagai penyuplai dan kreator umpan untuk penyerang yang lain, menjadi seorang striker yang harus bisa mencetak gol.

Ini menjadi sebuah produk dari lingkungannya di Real Madrid, di mana mencetak gol sebelumnya biasa dilakukan Ronaldo dan Bale.

Namun, dengan dijualnya CR7, Eden Hazard yang harus berjuang pulihkan cedera dan hubungan buruk antara Bale dengan sang pelatih, Zinedine Zidane, hingga membuatnya dibuang ke Tottenham, Benzema yang secara mengejutkan dipanggil kembali ke Timnas Prancis itupun mendapat tanggung jawab untuk mencetak banyak gol bagi klubnya.

Berubahnya peran Benzema ini sebagian terjadi karena bergantinya taktik yang diterapkan Zinedine Zidane di periode keduanya melatih Madrid, di mana ia kemudian terapkan skema 4-3-3.

Striker 33 tahun itu lebih melibatkan diri dalam permainan membangun, di mana ia bukukan rata-rata 39 operan per 90 menit di ajang liga dan Liga Champions, sejak kompetisi sepak bola dilanjutkan kembali pada bulan Juni tahun lalu.

Catatan itu membuat striker Timnas Prancis tersebut masuk dalam hanya tiga persen penyerang papan atas Eropa. Namun Benzema, kerap menggabungkannya dengan kecepatan berlari di area depan lapangan.

Benzema juga hadir sebagai pemain utama di kotak penalti lawan. Karena tak seperti Ronaldo dan Bale, para pemain sayap Real Madrid saat ini tidak produktif. Pasalnya, Rodrygo, Vinicius Junior dan Marco Asensio masing-masing hanya mencetak satu, tiga dan lima gol di ajang liga.

Benzema juga Berkembang Signifikan dalam Penyelesaian di Lapangan

Sejak awal musim 2018/19, ia telah lampaui penghitungan gol yang diperkirakan La Liga sebanyak 5,63 gol. Singkatnya, Benzema telah mencetak enam gol lebih banyak dibandingkan perkiraaan dari banyaknya peluang yang disodorkan kepadanya.

Namun, sebaliknya, Benzema tampil buruk dengan hanya bukukan 11,49 gol selama dua musim penuh saat Zidane lakoni periode pertama sebagai manajer Real Madrid.

Bisakah Benzema Jadi Solusi Timnas Prancis?

Sulit untuk mengatakan, tim pemenang Piala Dunia 2018 itu punya ruang untuk diperbaiki. Namun, kehadiran Benzema bisa tawarkan solusi atas kelemahan kecil yang mereka hadapi di Euro 2020.

Olivier Giroud mainkan peranan penting sebagai titik fokus yang menghubungkan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann, tapi ia gagal mencetak gol dan hanya menyumbang satu assist selama turnamen ini.

Tiga musim terakhir Benzema telah buktikan dia bisa secara bersamaan penuhi peran taktis Giroud, sambil berikan lebih banyak produk akhir di dalam area penalti. Ia tunjukkan hal ini saat Timnas Prancis menang 3-0 atas Wales di laga persahabatan 2 Juni 2021.

Benzema menjadi sosok pemain kunci dalam permainan itu, di mana ia berhasil menyelesaikan 52 operan dari 54 upaya percobaan mencetak gol di samping lepaskan sembilan tembakan ke arah gawang lawan.

Gol persamaan yang dibukukannya saat Real Madrid kantongi skor 1-1 di leg pertama semi-final Liga Champions melawan Chelsea pada 27 April, seakan menunjukkan tingkat kualitas penyelesaian yang bisa dia tambahkan dalam permainan Les Bleus di Euro 2020 ini. Apalagi Benzema tak segan lakukan tendangan voli saat posisinya tidak seimbang, di mana hal itu menggambarkan kemampuannya dalam mencetak gol.

AHABET
AHABET