FA Hilangkan Tradisi Beri Minuman Alkohol Pada Pemenang Piala FA

FA Hilangkan Tradisi Beri Minuman Alkohol Pada Pemenang Piala FA

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akan hilangkan tradisi pemberian sampanye beralkohol ke pemenang Piala FA demi hormati pemain beragama Islam.

FA memiliki tradisi lama menempatkan satu kotak sampanye di ruang ganti tim yang menang pada babak final sebagai tanda ucapan selamat kepada sang pemenang.

Tetapi setelah diskusi internal, FA akan meninggalkan tradisi tersebut agar tidak menyinggung para pemain yang agamanya melarang konsumsi alkohol.

Islam secara ketat melarang alkohol, sementara hal itu tidak berlaku sama pada agama lain. Beberapa pemain juga masih di bawah batas umur legal untuk mengkonsumsi alkohol, di mana itu juga menjadi pertimbangan lebih lanjut bagi FA.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Adegan euforia sejumlah pemain menyemprotkan sampanye di ruang ganti usai kemenangan di babak final telah menjadi pemandangan yang normal selama bertahun-tahun belakangan ini. Tapi perayaan seperti itu memberikan kesulitan bagi pemain yang beragama Islam, meskipun mereka tidak meminum sampanye tersebut.

FA sebagai gantinya akan menempatkan satu kotak sampanye bebas alkohol di ruang ganti pemenang sehingga para pemain dapat menirukan perayaan kocok-kocok sampanye tersebut.

Keputusan FA diyakini bukan sebagai hasil dari keluhan dari tim atau pemain di masa lalu tetapi didorong oleh anggota di dalam organisasi.

Sportsmail memahami bahwa FA telah mempertimbangkan untuk menerapkan perubahan lebih cepat tetapi sepenuhnya menyadari akan dicap sebagai pihak yang merusak kesenangan orang lain dalam berpesta.

FA telah melakukan berbagai upaya mengatasi masalah multi-ras dan isu-isu multi-agama yang telah menjadi begitu lazim dalam sepak bola dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini menggarisbawahi komitmen mereka terhadap hal itu.

Piala FA ikuti hal yang sudah diterapkan di Premier League

Watford akan menghadapi Manchester City di final tahun ini pada 18 Mei mendatang. Gelandang Watford Abdolulaye Doucoure bersama dengan bintang Manchester City, Riyad Mahrez, Benjamin Mendy dan Ilkay Gundogan semuanya beragama Islam.

Premier League berhenti memberikan sampanye beralkohol kepada pemenang perhargaan Pemain Terbaik pada tahun 2012 setelah seorang pemain beragama Islam menolak untuk menerima botol sampanye.

Seorang juru bicara FA mengatakan: “Tim yang menang akan diberikan sampanye non-alkohol untuk perayaan mereka di semua kompetisi FA, dimulai dari final Piala tahun ini.”

“Ini untuk memastikan bahwa kami se-inklusif mungkin pada pemain dan komunitas yang mungkin dilarang minum alkohol, serta pemain yang berusia di bawah 18 tahun.”