FA Pastikan Laga Timnas Inggris Ada Penghormatan Tragedi Christchurch

FA Pastikan Laga Timnas Inggris Ada Penghormatan Tragedi Christchurch

Gilabola.com – FA pastikan jika laga Kualifikasi Euro yang akan dimainkan Timnas Inggris ada penghormatan tragedi Christchurch. Laga bertempat di Stadion Wembley.

ESPN melaporkan jika pihak FA atau Football Association telah memastikan akan ada penghormatan khusus atas tragedi Christchurch. Sebelum pertandingan, Timnas Inggris dan Timnas Cekoslowakia akan sejenak mengenang para korban penembakan massal oleh teroris tersebut.

Lima puluh jamaah sholat Jumat meninggal dunia di dua masjid, termasuk pemain futsal internasional New Zealand, Atta Elayyan. Teroris warga Australia bernama Brenton Harrison Tarrant (28 tahun) menjadi tersangka atas aksi penembakan yang menewaskan banyak orang.

“Kami akan melakukan tribut atau penghormatan khusus untuk semua korban dalam tragedi di Selandia Baru dalam laga antara Timnas Inggris lawan Timnas Ceko. Kita akan mengenang semua korban yang terdampak atas kejadian memilukan di Christchurch,” ujar perwakilan FA.

FA menindaklanjuti protes jelang laga Timnas Inggris

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Sebelumnya seorang mantan Ketua Dewan Kesetaraan Ras Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) bernama Yunus Lunat menyebut ada kemunafikan yang ditunjukkan oleh negaranya. Ia menuding negaranya tidak memberikan penghormatan kepada korban serangan teroris di masjid Al Noor di Christchurch.

Ia sekalian membandingkan kondisi saat ini dengan saat serangan terjadi di Paris pada November 2015 silam. Saat itu para pemain Premier League mengenakan kain warna hitam di lengan dan menyanyikan lagu kebangsaan Prancis sebagai penghormatan.

“Kapan saja sesuatu yang buruk terjadi, bahkan dalam skala yang sama, dunia sepak bola akan selalu bersikap dan melakukan penghormatan,” protes Yunus melalui BBC.

“Sekarang yang terjadi standar ganda dan sikap kemunafikan. Berdiam diri selama semenit adalah tindakan yang benar untuk dilakukan. Pada saat dilakukan sebagai tanggapan atas sebuah peristiwa, seharusnya penghormatan itu bisa dilakukan siapa saja terhadap setiap serangan,” pungkasnya.