FIFA Beri Hukuman Lebih Keras Untuk Rasisme

FIFA Beri Hukuman Lebih Keras Untuk Rasisme

Gilabola.com – FIFA akan memberikan hukuman lebih keras untuk aksi rasisme. Hukuman larangan 10 pertandingan menanti di depan mata.

FIFA dilaporkan The Sun akan menggandakan larangan minimum untuk perilaku rasis menjadi 10 pertandingan dan akan memungkinkan pemain untuk membuat pernyataan korban dan berpartisipasi dalam proses pengadilan, kata badan pengatur sepak bola dunia, Kamis.

Hukuman yang lebih keras terhadap rasisme dan perilaku diskriminatif lainnya adalah bagian penting dari Kode Disiplin terbaru mereka yang berlaku mulai hari Senin.

“Komite Disiplin FIFA dapat mengizinkan korban untuk membuat pernyataan, yang memungkinkan korban berpartisipasi dalam proses pengadilan. Kami tidak akan mengecewakan korban pelecehan rasisme,” rilis mereka dalam sebuah pernyataan.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Perubahan mengikuti dari beberapa insiden profil tinggi musim lalu di sepak bola domestik dan internasional. Inter Milan perintahkan memainkan dua pertandingan kandang tanpa dihadiri para suporter setelah pendukung mereka menghina bek Napoli, Kalidou Koulibaly.

Koulibaly, yang menerima kartu merah karena menunjukkan perbedaan pendapat, dilarang untuk dua pertandingan, memicu kritik mengapa korban justru dihukum.

Montenegro juga diperintahkan oleh UEFA untuk memainkan pertandingan kandang tanpa suporter mereka sebagai bagian dari sanksi yang diberikan untuk perilaku rasis para pendukung mereka selama pertandingan melawan Inggris.

FIFA jelaskan tahapan hukuman yang akan diterapkan

Kode akan diperbarui memperluas ruang lingkup apa yang dianggap perilaku diskriminatif terhadap apa pun yang terkait dengan ras, warna kulit, etnis, asal negara atau sosial, jenis kelamin, disabilitas, orientasi seksual, bahasa, agama, opini politik, kekayaan, kelahiran atau status lainnya atau alasan lain.

Sebuah pertandingan akan dinyatakan hangus jika pendukung sebuah tim dinyatakan bersalah atas perilaku rasis dan diskriminatif lainnya.

“Untuk pelanggaran pertama, bermain pertandingan dengan jumlah penonton terbatas dan denda setidaknya 20.000 Franc Swiss (284 juta rupiah) akan dikenakan pada asosiasi atau klub yang bersangkutan,” pungkas mereka.

“Kecuali jika ada keadaan luar biasa, jika pertandingan diberhentikan oleh wasit karena perilaku rasis dan / atau diskriminatif, pertandingan tersebut akan dinyatakan hangus.”

Pertandingan dapat dibatalkan setelah wasit menerapkan “prosedur tiga langkah” untuk insiden tersebut, yang meliputi meminta pengumuman publik untuk menyerukan perilaku tersebut dihentikan, menunda pertandingan sampai berhenti, dan dalam skenario kritis, memberhentikan pertandingan.

Kode yang diperbarui juga mencakup opsi untuk memberlakukan larangan transfer pada klub yang berhutang dalam kasus yang diproses oleh mereka dan Pengadilan Arbitrase Olahraga.