Gilabola.com – Segenal akhirnya memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2026 dengan mengalahkan Maroko setelah final yang paling kacau dalam sejarah turnamen, usai dua keputusan kontroversi, aksi walk-out tim Senegal, dan kegagalan penalti panenka Brahim Diaz.
Sebagaimana layaknya laga final, pertandingan sudah terasa panas, keras, cepat, dan penuh tensi tinggi sejak awal pertandingan. Kedua tim saling menekan, tapi tidak ada gol yang tercipta.
Nah, saat laga memasuki masa injury time babak kedua, masalah muncul ketika Senegal merasa bahwa mereka sudah menyegel kemenangan pasca berhasil menjebol gawang Maroko.
Tapi apa yang terjadi? Gol Ismaila Sarr dianulir wasit yang menganggap ada pelanggaran ringan terhadap Achraf Hakimi, sebuah keputusan yang lantas mendapatkan protes keras dari kubu Senegal.
Statistik Senegal vs Maroko
- Tembakan : 11-17
- Tembakan ke gawang : 7-6
- Penguasaan bola : 55-45
- Pelanggaran : 21-14
- Tendangan sudut : 8-10
Tak berselang lama, eh malah Maroko yang mendapatkan penalti ketika Brahim Diaz terjatuh di kotak terlarang usai dijatuhkan El Hadji Malick Diouf, yang membuat Senegal semakin panas.
Wasit Jean-Jacques Ndala memeriksa tayangan ulang melalui VAR sebelum menunjuk titik putih. Keputusan itu tak pelak memicu kericuhan massal di atas lapangan.
Aksi Walk-Off dan Hilangnya Kendali Laga
Kecewa dengan keputusan wasit, pelatih Senegal Senegal Pape Thiaw memerintahkan timnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Para pemain awalnya bertahan di pinggir lapangan sebelum masuk ke lorong stadion.
Situasi itu membuat suasana semakin kacau karena para fans Senegal kemudian mulai mencoba masuk ke lapangan yang memaksa petugas keamaan harus bertindak cepat untuk mencegah situasi jadi tidak terkendali.
Kapten Senegal, Sadio Mane, untungnya kemudian bersikap dewasa dan berkepala dingin, tetap bertahan di lapangan dan bahkan berhasil membujuk rekan-rekannya untuk kembali bertanding.
Sempat jeda 16 menit, laga dilanjutkan. Drama tak berhenti di situ. Saat Brahim Diaz maju sebagai eksekutor sebagai top skor turnamen, dia malah melakukan kesalahan fatal, sok melakukan panenka di laga seintens ini dan akhirnya gagal!
Extra Time dan Gol Penentu
Kegagalan penalti Brahil Diaz itu menjadi bumerang karena Senegal justru makin percaya diri dan siap melanjutkan pertandingan, di mana mereka tampil lebih agresif untuk akhirnya mencetak gol penentu melalui Pape Gueye.
Bola menghantam mistar bagian bawah sebelum masuk ke gawang Yassine Bono. Gol itu menjadi penentu kemenangan Senegal di partai final kedua beruntun mereka dan mematikan harapan Maroko.
Gelar ini sekaligus menjadi hadiah dan pembuktian mental juara Senegal di tengah situasi yang ekstrim, sembari memunculkan kembali perdebatan soal kepemimpinan wasit dan batas intervensi VAR.
Pendapat Kami
Final yang penuh intensitas tinggi, setiap keputusan wasit dan VAR bisa memicu masalah dan mengubah sejarah, terlepas apakah keputusan itu benar dan salah. Senegal layak dipuji atas kemenangan mereka, tapi aksi WO dan tambahan waktu yang tidak wajar harus dievaluasi dan mendorong CAF untuk melakukan evaluasi agar kericuhan serupa tidak terulang di masa mendatang.

