Final Copa del Rey Akan Dilangsungkan Antara Dua Tim yang Jarang Juara

Ada begitu banyak drama terjadi di Copa del Rey musim ini. Satu tim pembunuh dua raksasa LaLiga malah tersingkir di semifinal dan partai final justru mempertemukan dua tim yang jarang-jarang menjadi juaranya.

Final Copa del Rey pada 23 April 2022 mendatang akan mempertemukan Valencia, sebuah tim LaLiga yang banyak dilanda kesulitan keuangan, melawan Real Betis yang sudah 17 tahun tak pernah meraih gelar juara kompetisi piala domestik Spanyol ini.

Perjalanan Valencia ke final terlihat dramatis karena mereka berhasil menghentikan spesialis kompetisi ini, Athletic Bilbao, dengan skor agregat 2-1. Pasukan Marcelino Garcia itu seolah-olah akan dengan mudah meraih gelar juara ke-24 kalinya setelah menyingkirkan dua tim juara lainnya, Barcelona dan Real Madrid, dalam perjalanan ke final.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Bilbao menyingkirkan Barca dengan skor 3-2 melalui babak extra time pada laga 16 besar Copa 20 Januari lalu saat gol menit kedua Iker Muniain dan satu gol tendangan penaltinya menit 106, selain satu gol lain dari Inigo Martinez, gagal dibalaskan oleh gol-gol Ferran Torres dan Pedri.

Satu babak kemudian, pada perempatfinal, giliran pasukan Carlo Ancelotti yang merasakan sengatan Bilbao dengan gol dari Alex Berengues jelang akhir setelah selama 88 menit kedua tim gagal menjebol gawang lawan.

Ini akan menjadi final ke-17 kalinya dari pasukan Pepe Bordalas dengan delapan kali di masa lalu Los Che berhasil menjai juaranya, dengan terakhir kali tahun 2019. Tapi jumlah delapan kali juara Valencia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan Barcelona (31 kali juara), Bilbao (23) dan Real Madrid (19). Bahkan Atletico dengan 10 kali masih lebih sering juara dibandingkan Los Che.

Sementara itu, ini merupakan kali pertama Beticos melaju ke final Copa del Rey setelah terakhir kalinya menjadi juara kompetisi ini pada tahun 2005, alias 17 tahun silam! Pada waktu itu mereka menyingkirkan Osasuna dengan skor 2-1 pada final yang dilangsungkan di kandang Atletico, Vicente Calderon.

Pemain yang paling sering disebut-sebut dalam keberhasilan Beticos melaju ke final adalah Joaquin, gelandang asal Spanyol yang kini sudah berusia 40 tahun. Ia menjadi kreator gol injury time dari Borja Iglesias yang menyamakan skor 1-1 pada laga leg kedua semifinal melawan Rayo Vallecano.

Umpan terobosannya gagal diantisipasi pemain belakang Vallecano dan sebagai akibatnya Iglesias menyepak bola ke pojok gawang Luca Zidane menjadi gol yang menentukan kemenangan Real Betis, dengan skor agregat 3-2.

Dengan hanya empat kali melaju ke final turnamen ini sepanjang sejarah, jelas anak-anak Manuel Pellegrini tidak akan difavoritkan menjadi calon juara. Namun cara mereka bertahan dan gigih berjuang mencari gol sampai masa injury time, seperti yang mereka tunjukkan di leg kedua semifinal, akan menjadi modal bagus di final 23 April mendatang.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaHasil Drawing Perempatfinal Piala FA, Pembunuh Arsenal dan Juara Bertahan Akan Jamu Liverpool
SelanjutnyaBarcelona Dikabarkan Sudah Kalahkan Bayern Untuk Boyong Pemain 25 Tahun Ini