Final Copa Libertadores Putuskan Aturan Aneh untuk Penonton, Ini Daftarnya

Final Copa Libertadores Putuskan Aturan Aneh untuk Penonton, Ini Daftarnya

Gilabola.com – Final Copa Libertadores yang akan digelar di Peru, Minggu (24/11) dinihari WIB, tetapkan aturan ketat yang terbilang tak biasa untuk para penonton di Estadio Monumental ‘U’.

Para pecinta sepakbola yang datang menonton final di stadion yang terletak di kota Lima itu, akan dilarang memasuki stadion dengan mengenakan topi, kacamata hitam atau ikat pinggang. Para penonton juga akan diharuskan menjalani tes breathalyzer (untuk mengetahui kadar alkohol dalam darah pada orang-orang yang dicurigai yang biasanya dilakukan polisi terhadap para pelanggar lalu lintas), sebelum penonton masuk stadion.

Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) baru menerbitkan peraturan ketat terhadap para pengunjung stadion final pada Jumat (15/11) waktu setempat, hanya delapan hari sebelum Flamengo bertemu River Plate di final di Estadio Monumental ‘U’, Lima.

“Kepolisian Nasional Peru akan dilengkapi dengan breathalyser untuk menguji secara acak orang-orang yang dianggap berada di bawah pengaruh alkohol. Mereka bisa ditolak masuk stadion jika hasilnya positif,” demikian pernyataan CONMEBOL yang dilansir AS.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Selain itu, tidak akan ada izin masuk bagi orang-orang yang datang ke stadion dengan membawa minuman beralkohol, obat-obatan, zat psikotropika, obat stimulan dan juga tidak akan ada akses dengan topi, kacamata antimatahari dan rantai atau ikat pinggang,” lanjut pernyataan jelang final Copa Libertadores tersebut.

CONMEBOL hanya mengijinkan para penonton membawa pita ticker, balon dan bendera dengan ukuran maksimal dua meter kali satu meter ke dalam stadion. Namun, otoritas sepakbola itu kembali menegaskan, peraturan itu sudah menjadi bagian dari hukum yang berlaku di Peru.

Final yang ditunggu-tunggu dengan penuh semangat antara dua tim terbesar di Amerika Selatan itu akhirnya dipindahkan ke Peru awal bulan ini, setelah terjadinya kerusuhan selama beberapa pekan di ibukota Chile, Santiago, di mana laga semula akan digelar.

Hal yang menjadi pembeda gelaran final tahun ini adalah, pertama kalinya laga tersebut digelar hanya satu pertandingan dan berlangsung di tempat netral.  Sementara selama enam dekade sebelumnya, final digelar dengan format kandang dan tandang. Copa Libertadores sendiri, di Amerika Selatan setara dengan Liga Champions di benua Eropa.

Namun, CONMEBOL dan panpel pertandingan leg kedua final Copa Libertadores tahun lalu antara River Plate dan Boca Juniors, terpaksa memindahkan pertandingan itu ke Madrid, Spanyol, setelah para suporter River menyerang bus pemain Boca ketika mereka hampir sampai ke stadion. Para suporter yang menghancurkan jendela bus, membuat beberapa pemain dan ofisial tim di dalamnya alami luka-luka.