Gilabola.com – ACF Fiorentina dipastikan tidak akan diperkuat pencetak gol utama mereka, Moise Kean, saat bertandang ke markas Crystal Palace di Selhurst Park. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pelatih Paolo Vanoli menjelang leg pertama babak perempat final Liga Konferensi Eropa.
Penyerang tim nasional Italia tersebut menjadi salah satu dari beberapa pemain yang absen dalam laga penting ini.
Rekam Jejak Kuat di Kompetisi Eropa
Fiorentina memiliki catatan impresif di UEFA Conference League. Mereka berhasil mencapai final pada musim 2022/2023 dan 2023/2024, meski harus mengakui keunggulan West Ham United dan Olympiacos. Selain itu, mereka juga mencapai semifinal pada musim berikutnya.
Dalam tiga edisi terakhir, tim berjuluk La Viola selalu mampu menembus babak delapan besar. Namun kali ini, mereka datang ke London dengan sejumlah masalah cedera.
Kondisi Kean dan Daftar Cedera Pemain
Vanoli menjelaskan bahwa Kean telah lama mengalami masalah pada tulang keringnya.
“Dia sudah merasakan gangguan ini cukup lama. Setelah latihan kemarin, rasa sakitnya kembali muncul dan hari ini dia tidak bisa bermain,” ujar sang pelatih.
Kean kemungkinan dipersiapkan untuk menghadapi Lazio pada awal pekan depan, yang membuka peluang tampil di leg kedua.
Selain Kean, beberapa pemain lain juga diragukan tampil, termasuk Dodô, Niccolò Fortini, Tariq Lamptey, Rolando Mandragora, serta Manor Solomon. Meski begitu, Dodô dan Mandragora tetap ikut dalam perjalanan ke London.
Vanoli Tolak Anggapan Krisis
Vanoli menegaskan bahwa situasi ini bukanlah krisis bagi timnya.
“Saya tidak menyukai kata krisis. Ini adalah kesempatan bagi pemain lain, termasuk pemain muda, untuk menunjukkan kemampuan mereka,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan tim, terutama di fase akhir musim yang biasanya penuh tekanan.
Performa Liga Mulai Membaik
Sepanjang tahun 2026, Fiorentina mencatat enam kemenangan dan empat hasil imbang dari 13 pertandingan liga domestik, sehingga berhasil menjauh dari zona degradasi. Saat ini mereka unggul lima poin dari zona merah di Serie A.
Vanoli menilai Palace sebagai tim yang terorganisir dengan baik dan berbahaya dalam serangan balik.
“Mereka bermain di Premier League, liga paling kompetitif di dunia. Perbedaannya sangat besar, terutama dari sisi finansial,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti atmosfer stadion dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
Laga ini akan dimainkan dalam dua leg, sehingga fokus sepanjang pertandingan menjadi kunci utama.
Komentar Marin Pongračić
Bek asal Kroasia, Marin Pongračić, juga memberikan pandangannya. Ia mengingat striker Palace, Jean-Philippe Mateta, sebagai pemain yang kuat secara fisik, cepat, dan berbahaya di depan gawang.
“Kami harus bertahan sebagai satu tim untuk menghadapi pemain seperti dia,” katanya.
Ia juga menyebut kemenangan 1-0 atas Hellas Verona sebagai momen penting yang meningkatkan kepercayaan diri tim.
Pemain dengan Pengalaman Liga Inggris
Skuad Fiorentina juga diisi sejumlah pemain yang pernah berkarier di Inggris, seperti Jack Harrison yang dipinjam dari Leeds United.
Kiper David de Gea yang pernah membela Manchester United kini menjadi kapten tim.
Sementara itu, Lamptey yang didatangkan dari Brighton & Hove Albion masih menjalani pemulihan cedera ACL.
Perjalanan Fiorentina di Kompetisi Eropa Musim Ini
Perjalanan Fiorentina di kompetisi Eropa musim ini cukup menantang. Mereka harus melalui babak play-off setelah finis di posisi ke-15 fase liga.
Kekalahan dari Mainz, AEK Athens, dan Lausanne-Sport diimbangi kemenangan atas Sigma Olomouc, Rapid Wien, dan Dynamo Kyiv.
Di babak play-off, mereka mengalahkan Jagiellonia dengan agregat 5-4. Kemudian, Raków Częstochowa disingkirkan dengan agregat 4-2 di babak 16 besar.
Jadwal Pertandingan
- Pertandingan: Crystal Palace vs Fiorentina
- Hari, tanggal: Jumat, 10 April 2026
- Kick-off: 02.00 WIB
- Kompetisi: Liga Konferensi Eropa
- Stadion: Selhurst Park
Opini Redaksi
Absennya Moise Kean adalah kerugian besar bagi Fiorentina, tapi Paolo Vanoli terlalu naif jika menganggap ini bukan krisis. Menghadapi tim Premier League sekelas Crystal Palace di Selhurst Park tanpa pencetak gol utama sekaligus kehilangan pilar seperti Lamptey dan Solomon adalah resep bencana.
Rekam jejak Fiorentina sebagai spesialis finalis Conference League tidak akan berarti banyak jika lini depan mereka tumpul di saat harus meladeni fisik pemain Inggris seperti Mateta.
Vanoli sepertinya terlalu berharap pada keajaiban pemain muda dan “semangat tim” untuk menutupi kesenjangan finansial dan kualitas kompetisi.
Mengandalkan David de Gea di bawah mistar mungkin memberikan ketenangan pengalaman, namun jika lini tengah dan belakang tidak mampu membendung serangan balik cepat Palace, Fiorentina akan pulang ke Italia dengan tangan hampa.
Fokus mereka yang terbagi antara menjauh dari zona degradasi Serie A dan kompetisi Eropa ini justru berisiko membuat mereka kehilangan keduanya.

