Gagal di Manchester United, Angel Di Maria Salahkan Louis van Gaal

Gagal di Manchester United, Angel Di Maria Salahkan Louis van Gaal

Angel Di Maria salahkan Louis van Gaal saat ia menceritakan mimpi buruknya sebagai pemain Manchester United.

Angel Di Maria pindah ke Old Trafford dengan harga 59 juta pounds (1,06 triliun rupiah) dari Real Madrid, ketika Louis van Gaal menjadi manajer di awal musim 2014/15.

Tapi Angel Di Maria meninggalkan Manchester United kurang dari setahun kemudian untuk bergabung dengan PSG, setelah hanya mencetak empat gol dalam 32 penampilannya di semua kompetisi untuk The Red Devils.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Sejak itu, dia dapatkan kembali performa terbaiknya bersama raksasa Prancis tersebut Рtim yang akan dihadapi Setan Merah di babak 16 besar Liga Champions. Hanya dalam waktu tiga tahun di Prancis, Angel Di Maria, 30 tahun, telah berhasil mencetak 57 gol dan menyumbangkan 60 assist.

Puji United di Bawah Asuhan Solskjaer

Berbicara jelang pertandingan melawan bekas klubnya, Manchester United, pemain asal Argentina itu berbicara tentang kariernya yang gagal di Inggris dan mengatakan Louis van Gaal tidak mengizinkannya untuk berkembang.

Dia juga percaya, Manchester United akan memberi perlawanan sengit karena kemajuan mereka sejak hadirnya manajer sementara, Ole Gunnar Solskjaer, yang telah memimpin United meraih enam kemenangan dalam enam pertandingan sejak bergabung ke Old Trafford.

“Kami masih harus melakoni beberapa pertandingan sebelum menghadapi Manchester. Manchester berubah dengan pelatih baru, mereka belum mengalami kekalahan,” tandas Angel Di Maria.

Bersyukur Pindah ke PSG

“Tapi, kami harus memikirkan diri kami sendiri dan bukan yang lain! Jika kita bermain dengan baik, semuanya akan baik-baik saja. Saya hanya bertahan satu tahun (di Manchester United), itu bukan periode terbaik dalam karir saya. Atau lebih tepatnya, saya tidak diizinkan menghabiskan waktu terbaik saya,” tambahnya.

“Ada banyak masalah dengan pelatih (Louis van Gaal) saat itu. Tapi terima kasih Tuhan, saya bisa datang ke PSG dan menunjukkan lagi siapa saya,” tegas Di Maria.

PSG masih berupaya untuk memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, dan pemilik klub yang kaya-raya telah mendambakan kesuksesan Eropa sejak mereka mengambil alih PSG pada 2011 lalu.

Di Maria Bersiap Hadapi MU di 16 Besar Liga Champions

Mereka selesai di puncak Grup C di depan Liverpool pada babak kualifikasi grup. Di Maria berpikir, mereka telah membuktikan bahwa mereka dapat bersaing dengan tim terbaik di Eropa.

“Saya pikir kami memulai tahun dengan sangat baik, meski tidak begitu baik pada musim awal Liga Champions, tetapi kami menempatkan situasi dengan benar dan kami selesai di puncak klasemen grup,” tambahnya.

“Tapi ini rumit, sejak undian (babak kualifikasi grup) dikatakan kami sulit mencapai babak 16 besar, kami hampir tersingkir. Tapi kami meraih kemenangan penting di kandang melawan Liverpool dan juga Red Star Belgrade, dua pertandingan penting yang menentukan kami lolos (ke babak 16 besar),” ujar Di Maria.