Gagal Finish Ketiga Bundesliga, Borussia Dortmund Depak Thomas Tuchel

Thomas Tuchel

Berita Liga Jerman – CEO Borussia Dortmund telah mengatakan bahwa “komunikasi dan kepercayaan” akan menjadi penting ketika berbicara mengenai kontrak baru untuk manajer klub Thomas Tuchel.

CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke telah menggarisbawahi pentingnya bagi Borussia Dortmund untuk berada setidaknya di posisi ketiga di Bundesliga saat ia mempersiapkan perundingan kontrak dengan pelatih kepala Thomas Tuchel.

Borussia Dortmund berada di urutan keempat Liga Jerman menjelang pertandingan kandang penting Sabtu melawan tim urutan ketiga Bundesliga, Hoffenheim, sebelum akhirnya gol-gol dari Aubameyang dan Marco Reus membawa tuan rumah melewati posisi tamunya di klasemen untuk naik ke urutan ketiga, zona lolos otomatis ke Liga Champions.

Watzke mengatakan bahwa tanggapan Thomas Tuchel terhadap serangan terhadap bus tim Borussia Dortmund menjelang pertandingan pertama perempat final Liga Champions laga Dortmund kontra Monaco juga akan menjadi diskusi mengenai perpanjangan kontraknya, yang akan berakhir pada Juni 2018.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Seperti biasa dengan pembicaraan, hal-hal tidak hanya menyangkut aspek olahraga, tapi juga tentang strategi, komunikasi dan kepercayaan,” kata Watzke kepada wartawan.

“Klasemen akhir itu seperti sebuah kesaksian, dan nilainya pasti lebih baik jika Anda berada di posisi ketiga, bukan yang keempat.”

“Saya juga akan menilai segala sesuatu yang berkaitan dengan serangan teroris, tentu saja, dengan latar belakang dari apa yang telah kami satu sama lain dan apa yang mungkin terjadi.”

Thomas Tuchel mengkritik keputusan UEFA untuk menjadwal ulang pertandingan Borussia Dortmund versus Monaco untuk hari berikutnya tanpa berkonsultasi dengan manajemen klub atau staf, namun Watzke mengatakan bahwa dia tidak berbagi pandangan pelatih mengenai situasinya.

Ketika ditanya apakah ada ketidaksepakatan di antara Thomas Tuchel dengan dirinya mengenai masalah ini, Watzke berkata, “Begitulah adanya, ya.”