Gareth Bale Diingatkan Tak Ulangi Kesalahan Tevez di China

Gareth Bale Diingatkan Tak Ulangi Kesalahan Tevez di China

Gilabola.com – Gareth Bale diingatkan agar tak lakukan kesalahan Carlos Tevez di China. Bintang Real Madrid itu telah setuju tinggalkan Real Madrid dan gabung Jiangsu Suning pekan ini.

Bintang asal Wales itu selangkah lagi teken kontrak menggiurkan setelah setuju memperkuat klub Liga Super China (CSL) tersebut dari El Real.

Sebelum Bale, mantan striker Manchester United dan City, Carlos Tevez, kantongi 615 ribu Poundsterling dalam sepekan, ketika ia pindah ke Shanghai Shenhua pada 2017 lalu.

Namun, mantan penyerang West Ham United itu dicemooh suporternya sendiri di China, dan dicap tidak profesional setelah melabeli masa tinggalnya di Negeri Tirai Bambu tersebut sebagai ‘liburan tujuh bulan’.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Sekarang Kit Symons, yang bekerja dengan Gareth Bale sebagai asisten Chris Coleman di Timnas Wales, mengingatkan pemain berusia 30 tahun itu akan berkomitmen penuh – tidak seperti Carlos Tevez.

China Tak Tolerir Orang yang Suka Berfoya-foya

Symons yang juga pernah menjadi orang nomor dua di klub CSL, Hebei China Fortune, itu dan dipecat pada bulan Mei silam, ingatkan Bale agar tak ulangi kesalahan Tevez. “Jika Gaz (panggilan Bale) ingin berhenti, China sebenarnya bukan tempat yang pas untuk pindah. Mereka disiplin dan tidak akan mentolerir orang-orang yang suka bersenang-senang. Tevez dulu pergi ke Shanghai, dan tidak menghasilkan apa-apa,” tegas Symons seperti dilansir Sun Sport.

“Dia alami kegagalan besar, dia kelebihan berat badan dan ditendang keluar. Jika anda pergi (ke China), anda harus berkomitmen penuh untuk itu,” tegasnya lagi.

“Gaz akan mendapat gaji tinggi, tapi orang-orang di China pastinya mengharapkan pengembalian uang mereka. Masih ada kehidupan dalam diri dan karir Gaz, 100 persen. Dia masih punya banyak kemampuan sepakbola yang tersisa di dalam dirinya,” tambah Symons.

Statusnya Dibekukan Zidane

Gareth Bale saat ini statusnya telah dibekukan manajer El Real, Zinedine Zidane, meskipun dia ikut memenangkan empat gelar Liga Champions dalam enam tahun karirnya di Bernabeu. Dia juga mencetak dua gol final ajang Eropa tersebut, di mana gol yang paling terkenal saat dia bukukan tendangan overhead yang memukau saat Madrid menang 3-1 melawan Liverpool tahun lalu.

“Orang-orang China menyukai seorang pemain bintang, dan dia akan diterima dengan sangat baik di sana. Dengan posisinya di lapangan, dia menjadi pemain terbesar yang pernah mereka miliki,” ujar mantan bek Timnas Wales berusia 48 tahun itu.

“Dia punya kenangan indah tentang China. Dia mencetak hattrick untuk Wales di sana dan memecahkan rekor Ian Rush. Ini bukan sekedar harapan, tapi jika dia tetap bugar, fokus dan sikapnya di sana baik, dia akan meroket di liga,” tandasnya.