Gundogan Batal Suka Foto Hormat Militer Timnas Turki

Gundogan Batal Suka Foto Hormat Militer Timnas Turki

Gilabola.com – Ilkay Gundogan batal suka foto hormat militer Timnas Turki di laga Kualifikasi Euro 2020. Hal itu ikut dilakukan oleh Emre Can juga.

Ilkay Gundogan dan Emre Can meski menjadi pemain internasional Jerman, namun sama-sama keturunan Turki. Wajar jika mereka sempat memberikan tanda suka atau like pada foto Instagram yang memperlihatkan sekumpulan pemain Timnas negara tersebut saat melakukan selebrasi hormat militer.

Berubah pikiran, keduanya lantas menghapus tanda suka tersebut. Mereka menilai menyukai foto itu malah menjadi isyarat sebagai sikap mendukung serangan militer negara mereka di Suriah.

Gundogan mengatakan jika dirinya menghapus tanda itu ketika menyadari sikapnya bisa menyebabkan salah paham. “Saya menghapus tanda suka ketika melihat bahwa hal itu bisa ditafsirkan salah secara politis,” ujarnya kepada SID dan Malay Mail.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Percayalah, setelah apa yang terjadi tahun lalu, hal terakhir yang saya ingin lakukan adalah untuk memberikan sinyal dukungan politik.”

Foto yang menjadi permasalahan menunjukkan beberapa pemain Ay-Yildizlilar memberikan hormat ala militer usai Timnas Turki menang skor 1-0 atas Albania di Istanbul pada hari Jumat waktu setempat. Hal itu dilakukan sebagai dukungan terhadap serangan militer negara mereka terhadap posisi suku Kurdi di Suriah.

Hormat militer Timnas Turki masih diperiksa UEFA

Cenk Tosun yang mencetak gol di laga itu memposting gambar di Twitter dan menulis: “Untuk bangsa kami dan terutama bagi mereka yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk negara kami”.

Emre Can juga sudah buru-buru membatalkan tanda suka yang sempat ia berikan. Can menilai tidak punya keinginan untuk dilihat sebagai pemain sepakbola yang mendukung segala bentuk konflik bersenjata.

“Saya memang sempai menyukai tulisan Tosun, yang sudah saya kenal untuk waktu yang lama, saat melihat apa yang ia rilis tanpa memperhatikan apa isinya. Saya adalah seorang pasifis dan saya melawan segala bentuk kekerasan seperti perang.”

UEFA sendiri sudah mengatakan bahwa mereka akan “memeriksa” insiden tersebut. Proses pemeriksaan masih berlanjut dan belum memperlihatkan tanda akan ada sanksi atau tidak sejauh ini.